Kerusakan yang diakibatkan oleh banjir yang melanda Jerman. Foto: AFP
Kerusakan yang diakibatkan oleh banjir yang melanda Jerman. Foto: AFP

Banjir di Eropa Menewaskan 126 Orang, Ratusan Lainnya Hilang

Internasional banjir bencana cuaca ekstrem uni eropa
M Sholahadhin Azhar • 17 Juli 2021 06:11
Berlin: Sebanyak 120 orang tewas dan ratusan lainnya di Eropa Barat belum ditemukan setelah dihantam banjir terparah dalam beberapa dasawarsa. Curah hujan ekstrem menyebabkan sungai meluap, menghancurkan wilayah tersebut.
 
Di Jerman, di mana jumlah korban tewas sekarang mencapai lebih dari 106, Kanselir Angela Merkel menyerukan pertempuran yang gigih melawan perubahan iklim. Sementara itu, 20 orang tewas di Belgia. 
 
Adapun Belanda, Luksemburg, dan Swiss juga terpengaruh akibat luapan air ini. Banyak faktor yang menyebabkan banjir, tetapi pemanasan atmosfer yang disebabkan oleh perubahan iklim membuat curah hujan ekstrem lebih mungkin terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dunia telah menghangat sekitar 1,2 Celsius sejak era industri dimulai dan suhu akan terus meningkat kecuali pemerintah di seluruh dunia melakukan pemotongan tajam terhadap emisi.
 
Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo menyatakan 20 Juli sebagai hari berkabung nasional.
 
Baca: Korban Tewas Banjir di Jerman dan Belgia Bertambah Jadi 92
 
"Kami masih menunggu jumlah korban terakhir. Tetapi ini bisa menjadi banjir paling dahsyat yang pernah terjadi di negara kami," katanya, seperti dikutip BBC, Sabtu 17 Juli 2021.
 
Sekitar 15.000 polisi, tentara dan pekerja layanan darurat telah dikerahkan di Jerman untuk membantu pencarian dan penyelamatan. Seluruh desa telah dihancurkan, dan pejabat di distrik Ahrweiler Jerman barat mengatakan hingga 1.300 orang belum ditemukan.
 
Gregor Jericho, seorang penduduk Rheinbach di North Rhine-Westphalia Utara, mengatakan kepada BBC: "Ini pemandangan yang sangat menyedihkan. Jalan-jalan, jembatan dan beberapa bangunan hancur. Ada sampah di mana-mana".
 
"Beberapa bagian bangunan ada di jalan, orang-orang duduk dan menangis. Sangat menyedihkan. Orang-orang kehilangan rumah, mobil mereka di ladang banjir. Kota saya sepertinya telah terjadi pertempuran,” imbuh Jericho.
 
Di kota yang sama, Ansgar Rehbein mengatakan bahwa dia melihat permukaan air sungai naik begitu cepat sehingga dia harus segera keluar dari rumahnya.
 
"Begitu sungai mulai meluap dan air turun dari lereng bukit, hanya butuh dua menit sebelum halaman dibanjiri air setinggi pinggang," tuturnya.
 
"Kami harus keluar melalui jendela dan menanjak untuk menyelamatkan diri,” Rehbein menambahkan.
 
Para ilmuwan telah mengutuk politisi karena gagal melindungi warganya dari peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir di Eropa utara dan kubah panas AS.
 
Mereka telah memprediksi selama bertahun-tahun bahwa curah hujan musim panas dan gelombang panas akan menjadi lebih intens karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif