Menteri Susi mewakili Presiden Jokowi dalam pertemuan di Oslo, Norwegia, 19 Juni 2018. (Foto: Marvin Sulistyo)
Menteri Susi mewakili Presiden Jokowi dalam pertemuan di Oslo, Norwegia, 19 Juni 2018. (Foto: Marvin Sulistyo)

Menteri Susi akan Hadiri Panel Ekonomi Kelautan di Norwegia

Internasional poros maritim dunia
Marvin Sulistyo • 19 Juni 2018 15:19
Oslo: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diagendakan akan mengisi sesi dan berbicara mengenai sejumlah hal yang menjadi perhatian kelautan dunia.
 
Pertemuan ini didasari oleh hal Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg yang meminta kesediaan Presiden Joko Widodo menjadi anggota panel tingkat tinggi tentang Pembangunan Ekonomi Kelautan Berkelanjutan.
 
Permintaan itu juga merupakan undangan untuk utusan Presiden Jokowi hadir dalam pertemuan Sherpa Meeting of the High Level Panel on Building a Sustainable Ocean Economy. Pertemuan tersebut digelar di Oslo, Norwegia, 19 Juni 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan Surat dari Menteri Sekretaris Negara pada 8 Juni 2018 yang lalu, Jokowi menunjuk Menteri Susi mewakili dirinya.
 
Rencana konsensus yang dihasilkan panel tingkat tinggi tersebut nantinya akan dibahas bersama utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang kelautan, yang saat ini dijabat oleh Mantan Presiden UN General Assembly ke-71, Peter Thomson, agar bisa diadopsi PBB pada UN Ocean Conference 2020 mendatang.
 
Sampai saat ini, negara yang sudah bergabung dalam konsensus ini adalah Indonesia, Norwegia , Ghana, Guinea, Jamaika, Meksiko, Palau, Portugal, Australia, Jepang, Fiji, Chile, dan Namibia. Ke-13 negara ini mewakili lebih dari 60 persen panjang garis pantai di dunia, yaitu sepanjang 261.444 km.
 
Tentunya dengan menjadi bagian dari anggota panel ini, Indonesia akan mendapat beberapa keuntungan. Pertemuan ini pun sejalan dengan visi Presiden menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar yang memiliki luas laut 6.315.222 km2 dan garis pantai terpanjang kedua di dunia yaitu sepanjang 99.093 km dengan kekayaan laut berlimpah akan mendukung kebijakan tersebut.
 
Keuntungan lain akan dirasakan penduduk Indonesia yang secara langsung bertumpu pada pembangunan ekonomi kelautan. Lebih dari 50 persen penduduk Indonesia bertempat tinggal di wilayah pesisir, dengan 5,6 juta penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya secara langsung kepada rumah tangga nelayan.
 
Keterlibatan Indonesia menjadi sangat penting, karena hasil dari Panel Tingkat Tinggi ini merupakan kebijakan ekonomi kelautan berkelanjutan di tingkat global. Sebagai negara maritim yang besar, keanggotaan Indonesia dalam Panel Tingkat Tinggi ini merupakan hal yang sangat relevan.
 
Menteri Susi pun telah bertemu secara informal dengan Chairman of the Great Barrier Reef Marine Park Authority Australia, Russel Reichelt.
 
Kedua otoritas ini membicarakan mengenai tema yang akan diusung dalam PTT yang akan dilangsungkan tanggal 19 Juni 2018 waktu setempat tersebut. Menteri Susi pun optimistis konsensus akan menghasilkan sebuah kesepakatan yang bisa diaplikasikan pada pertemuan UN Ocean Conference 2020 mendatang.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif