Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev (kanan) dalam sebuah acara di Teheran, Iran, 26 September 2018. (Foto: AFP/ATTA KENARE)
Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev (kanan) dalam sebuah acara di Teheran, Iran, 26 September 2018. (Foto: AFP/ATTA KENARE)

Pejabat Keamanan Rusia Sebut Ukraina Berpotensi Bubar

Internasional ukraina rusia
Arpan Rahman • 16 Januari 2019 14:50
Moskow: Seorang pejabat tinggi Rusia menyebut Ukraina berpotensi kehilangan status kenegaraan karena negara tersebut sedang dilanda berbagai masalah, salah satunya adalah intervensi dari Barat.
 
Kiev dan Moskow bersitegang usai krisis politik pada 2014 membuat Presiden Ukraina kala itu, Viktor Yanukovych, terguling dari jabatannya. Yanukovych dikenal sebagai tokoh pro Rusia.
 
Pemerintah baru Ukraian kemudian menuduh Rusia telah merebut Semenanjung Krimea lewat referendum kontroversial. Rusia juga dituduh mendukung pemberontakan di wilayah timur Ukraina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hampir lima tahun berlalu dari konflik tersebut, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev menilai strategi pro-Barat yang diterapkan Presiden Ukraina Petro Poroshenko dapat berujung pada bubarnya negara tersebut.
 
"AS menguasai otoritas di Kiev dan Poroshenko secara personal. Bahkan para pakar Rusia pun skeptis dan mempertanyakan kinerja empat tahun Petro Poroshenko sebagai kepala negara," tutur Patrushev kepada surat kabar Rossiyskaya Gazeta, seperti dilansir dari laman Newsweek, Rabu 16 Januari 2019.
 
"Segala tindak tanduk otoritas Kiev akan membuat Ukraina terbelah. Ukraina menerapkan skenario Barat tanpa memerhatikan kehidupan masyarakatnya sendiri. Pada akhirnya, negara itu akan benar-benar terbelah," lanjut dia.
 
"Penerapan kebijakan semacam itu secara terus-menerus mungkin juga akan membuat Ukraina kehilangan status kenegaraan," ungkap Patrushev.
 
Negeri Paman Sam mendukung Ukraina dengan kekuatan militer dan penasihat untuk membantu Kiev melawan pemberontak. Meski Presiden Donald Trump bertekad memperkuat hubungan AS dengan Rusia, Washington justru meningkatkan dukungan kepada Kiev dan meningkatkan sanksi terhadap Moskow.
 
Perang antara pasukan Ukraina dan pemberontak di perbatasan timur sejak 2014 telah menewaskan sekitar 10 ribu orang, Status perang saat ini terhenti sementara.
 
Namun insiden terbaru di Selat Kirch berpotensi membuat Ukraina dan Rusia bertempur secara langsung. Insiden terjadi pada November lalu, saat Rusia menembaki tiga kapal Ukraina dan menangkap para krunya.
 
Baca:Presiden Ukraina Peringatkan Perang Skala Penuh dengan Rusia
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi