Perdana Menteri Inggris Theresa May dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT G20, Osaka, Jepang. (Foto: AFP).
Perdana Menteri Inggris Theresa May dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT G20, Osaka, Jepang. (Foto: AFP).

Setelah Insiden Racun, PM Inggris dan Putin Akan Bertemu

Internasional inggris rusia
Arpan Rahman • 27 Juni 2019 19:09
Osaka: Perdana Menteri Inggris Theresa May akan mengadakan pembicaraan resmi dengan Vladimir Putin dalam pertemuan besar perdana sejak serangan racun Salisbury.
 
“Presiden Rusia hendak membahas ‘pertanyaan sensitif’ pada KTT G20 pada Jumat dalam upaya mencairkan hubungan,” menurut Istana Kremlin.
 
Kedua pemimpin terakhir bertemu secara informal dalam KTT G20 di Argentina tahun lalu hanya beberapa bulan setelah insiden gas saraf Novichok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia keduanya dirawat sekitar dua bulan di rumah sakit -- tetapi Moskow membantah terlibat. May berkata, dinas intelijen militer negara itu, GRU, beraksi dengan persetujuan di tingkat senior Rusia.
 
Ajudan Kremlin Yuri Ushakov mengatakan: "Para pemimpin akan membicarakan pertanyaan sensitif -- seperti yang Anda tahu ada banyak dari mereka. Jika ada peluang apa pun dalam hubungan kami dengan Inggris untuk menjalin kerja sama baru, maka kami hanya akan menyambut itu."
 
Tetapi PM Inggris semalam mengatakan pertemuan itu tidak berarti hubungan antarnegara kembali normal.
 
Juru bicara PM Inggris mengatakan,"Kami tetap terbuka untuk hubungan yang berbeda tetapi itu hanya dapat terjadi jika Rusia menghentikan tindakan yang merusak perjanjian internasional dan keamanan kolektif."
 
Putin telah mengatakan bahwa kedua negara harus pindah fokus dari serangan Salisbury dan berharap meningkatkan hubungan dengan PM berikutnya.
 
"Ketika semua dikatakan dan dilakukan, kita perlu mengubah halaman ini terhubung dengan mata-mata dan upaya pembunuhan," katanya, dinukil dari The Sun, Rabu 26 Juni 2019.
 
Dua perwira intelijen militer Rusia, yang dikenal dengan alias Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov, telah didakwa dengan percobaan pembunuhan atas serangan itu.
 
Hubungan tegang
 
Mereka mengklaim bahwa mereka mengunjungi kota untuk wisata dan tidak terlibat dalam keracunan atau kejahatan.
 
May membuat penampilan terakhirnya di pertemuan puncak besar yang berlangsung di Osaka, Jepang.
 
Hubungan antara Rusia dan Barat telah tegang sejak aneksasi Krimea pada 2014. Lebih dari dua puluh negara memulangkan lebih dari 150 diplomat setelah serangan Salisbury.
 
Pertemuan di Jepang tidak mewakili normalisasi hubungan dengan Moskow menyusul insiden Novichok dan aksi ‘busuk’ lainnya dari negara.
 
Seorang juru bicara menambahkan: "Pertemuan ini adalah peluang penting buat menyampaikan pesan dari pemimpin kepada pemimpin untuk memastikan bahwa posisi Inggris dipahami sepenuhnya."
 
"Tentu saja ada masalah keamanan internasional di mana kami terus terlibat dengan Rusia ketika itu adalah kepentingan nasional kami untuk melakukannya," pungkasnya.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif