Mantan perawat Niels Hoegel dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena membunuh 85 pasiennya. (Foto: AFP).
Mantan perawat Niels Hoegel dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena membunuh 85 pasiennya. (Foto: AFP).

Bunuh 85 Pasien, Perawat Jerman Dipenjara Seumur Hidup

Internasional pembunuhan
Marcheilla Ariesta • 06 Juni 2019 18:20
Berlin: Pengadilan Jerman menjatuhkan vonis penjara seumur hidup bagi Niels Hoegel, perawat yang dikenal sebagai pembunuh berantai paling mematikan. Dia menghabiskan nyawa 85 pasien rumah sakit.
 
Hakim Pengadilan Jerman, Sebastian Buehrmann, menjatuhkan hukuman ini.
 
"Dia sudah tak bisa ditoleransi lagi," ucap Buehrmann, dilansir dari AFP, Kamis, 9 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hoegel ditahan pada 2005 lalu saat ketahuan memberikan suntikan mati pada salah satu pasien rumah sakit tempatnya bekerja. Setelah diselidiki, ternyata tak hanya satu pasien yang mendapat suntikan mati dari dia.
 
Dia telah menghabiskan satu dekade di penjara sebelum hukuman ini dijatuhkan hakim. Pasien dibunuh oleh pria 42 tahun itu dipilih secara acak mulai tahun 2000 hingga 2005.
 
Penggalian dan otopsi lebih dari 130 mayan dilakukan untuk menyelidiki kasus ini. Polisi menduga bahwa jumlah korban Hoegel mungkin lebih dari 200.
 
Namun, pada hari terakhir audensi, Hoegel meminta pengampunan keluarga korban atas tindakan mengerikan yang dilakukannya.
 
"Saya ingin meminta maaf dengan tulus atas semua yang saya lakukan kepada Anda selama bertahun-tahun," tutur dia.
 
Dalam persidangan sebelumnya, Hoegel mengaku melakukan aksi brutal itu hanya karena kebosanan.
 
Merujuk pada surat dakwaan, jaksa penuntut menyebut Hoegel memberikan berbagai obat tanpa resep kepada pasiennya dalam dosis tinggi hanya untuk memamerkan keahliannya menyadarkan kembali para korban di hadapan teman-temannya.
 
AFP pernah melaporkan, Hoegel akan bersorak gembira ketika ia berhasil menyelamatkan pasien, dan terpuruk jika gagal.
 
Akibat aksi tersebut, Hoegel diduga menghilangkan nyawa 62 pasien di Delmenhorst dan 35 orang di klinik Oldenburg.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif