Blokade Lima Jembatan London, Puluhan Orang Ditangkap
Demonstran memblokade lima jembatan utama di London, Inggris, 17 November 2018. (Foto: AFP)
London: Delapan puluh lima orang ditangkap kala ribuan demonstran menduduki lima jembatan utama di London pusat, Inggris, untuk menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai krisis perubahan iklim.

Para pengunjuk rasa, termasuk sekelompok pensiunan, mulai memadati lima jembatan utama di ibu kota Inggris pada pukul 10 pagi waktu setempat, Sabtu 17 November 2018. Satu jam kemudian, semua perlintasan dari dan menuju kelima jembatan itu tertutup massa.

Memasuki pukul 14.00 waktu London, blokade di Jembatan Soutwark ditinggalkan dan demonstran bergerak ke Jembatan Blackfriars. Dari sana, para pengunjuk rasa bertolak menuju Jembatan Westminster.


Lima jembatan yang sempat diblokade pedemo adalah Soutwark, Blackfriars, Waterloo, Westminster dan Lambeth. Kepolisian Metropolitan London menyebut kelima jembatan itu sudah dibuka kembali.

Sebagian besar dari mereka yang ditangkap dianggap telah melanggar Undang-Undang Jalan Raya Inggris. Dari lima jembatan, pengunjuk rasa bergerak ke Lapangan Parlemen Inggris untuk mendengarkan pidato dari Roger Hallam, salah satu aktivis di balik gerakan ini.

"Ini adalah gerakan pembangkangan sipil. Mereka (polisi) tidak dapat melakukan apa-apa, kecuali jika mereka mulai menembaki orang-orang, dan saya rasa mereka tidak akan melakukan itu," ungkap Hallam, seperti dilansir dari kantor berita Guardian.

Jenny Jones, tokoh Partai Hijau Inggris, bergabung dengan aksi protes di Westminster Bridge. Dia mendukung aksi pembangkangan sipil ini yang berlangsung tanpa kekerasan.

"Kita berada di titik di mana jika kita tidak mulai bertindak cepat, kita hanya akan menghapus sistem pendukung kehidupan kita," cetusnya.

Gerakan massal ini merupakan bagian dari acara yang dikoordinasikan oleh grup bermama Extinction Rebellion. Grup ini ingin pemerintah Inggris menganggap masalah perubahan iklim dan ancaman kemusnahan manusia sebagai krisis yang harus diwaspadai.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id