Bertemu Kim Jong-un, Menlu Rusia Anjurkan Sanksi Korut Dicabut
Menlu Rusia Sergei Lavrov bersama dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (Foto: AFP).
Pyongyang: Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bertemu dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un.
 
Menurut media Rusia, Lavrov mengundang Kim untuk mengunjungi Rusia pada waktu yang tepat. Sebelum pertemuan ini, Lavrov bertemu dengan Menlu Korea Utara Ri Yong-ho pada Kamis 31 Mei 2018.
 
Kedua membahas membahas situasi saat ini di Semenanjung Korea dan proses denuklirisasi Korut. Baca juga: Menlu Rusia ke Korut Bahas Persiapan Pertemuan Trump-Kim.

Setelah pertemuan dengan Ri, Lavrov mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia menganjurkan penghapusan bertahap dari sanksi yang dikenakan pada Korea Utara dan menyerukan pencapaian denuklirisasi Semenanjung Korea.
 
"Ketika kami memulai diskusi tentang bagaimana menyelesaikan masalah nuklir di Semenanjung Korea, dapat dipahami bahwa solusi tidak dapat komprehensif tanpa pencabutan sanksi," kata Lavrov menurut kantor Sputnik, Jumat 1 Juni 2018.
 
Selama kunjungannya ke Pyongyang, Lavrov meletakkan karangan bunga di patung ayah dan kakek Kim, Kim Jong-il dan Kim il-sung.
 
Kunjungan Lavrov ke Korea Utara dilakukan setelah Kim Young Chol tiba di New York pada hari Rabu. Kedatangan Young Chol menjadi pejabat paling senior dari Korea Utara untuk menyentuh tanah Amerika sejak tahun 2000. Dirinya pun bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk membahas kemungkinan pertemuan antara Trump dan Kim Jong-un yang dijadwalkan pada 12 Juni.
 
Pada jamuan makan malam 90 menit, kedua pemimpin membahas apakah kedua belah pihak dapat melakukan pertemuan puncak untuk membongkar program senjata nuklir Utara dengan imbalan konsesi.
 
"Makan malam yang baik dengan Kim Yong Chol di New York malam ini. Steak, jagung, dan keju di menu," tulis Pompeo dalam akun Twitternya.
 
Pompeo pada Kamis mengatakan Korea Utara bisa melihat masa depan yang lebih cerah hanya jika mengadvokasi jalan denuklirisasi dan menyerahkan senjata nuklirnya. Dia mengatakan AS melihat visi Korea Utara yang kuat dan makmur.
 
Pompeo lebih lanjut mengatakan bahwa 'kemajuan nyata' sedang dibuat dalam hal rencana pertemuan antara Kim dan Presiden AS Donald Trump dan bahwa AS dan Korea Utara bergerak ke arah yang benar.
 
Pekan lalu, Trump mengatakan KTT AS-Korea Utara yang banyak diantisipasi yang dijadwalkan akan diadakan pada 24 Mei di Singapura dibatalkan. Dia menyalahkan 'permusuhan' dan kemarahan yang ditampilkan oleh Korea Utara mengenai latihan militer AS-Korea Selatan untuk membatalkan KTT itu.
 
Tetapi Pompeo mengatakan bahwa bahkan setelah Trump membatalkan pertemuan puncak dengan Kim, Washington bersedia melanjutkan upaya untuk berdialog dengan Korea Utara. Sejak saat itu, para pejabat dari kedua pihak berupaya untuk membuat KTT itu terjadi dan 12 Juni menjadi tanggal baru pelaksanaan pertemuan ini.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id