G7 Dukung Inggris untuk Menghadapi Rusia
Lokasi dimana mantan agen Rusia Sergei Skripal diracun di Inggris (Foto: AFP).
Washington: Kalangan Menteri Luar Negeri Kelompok G7 negara industri maju mendukung tudingan Inggris bahwa Rusia bertanggung jawab atas keracunan mantan mata-mata Rusia dan putrinya dalam serangan gas saraf.
 
Pernyataan bersama ini diadopsi pada pertemuan di Kanada.
 
"Kami berbagi pemikiran, dan setuju dengan, penilaian Inggris: sangat mungkin bahwa Federasi Rusia bertanggung jawab atas serangan itu dan bahwa tidak ada penjelasan alternatif yang masuk akal," kata pernyataan yang dibacakan Senin, seperti disitat Sputnik News, Selasa 17 April 2018.
 
Sergei Skripal, mantan kolonel agensi mata-mata GRU Rusia, dan putrinya Yulia, dilaporkan menjadi sasaran upaya pembunuhan memakai gas saraf, bulan lalu, di kota Salisbury, Inggris.
 
Inggris segera menyalahkan Rusia atas serangan terhadap Skripal dan mengklaim bahwa gas saraf era Uni Soviet, Novichok, digunakan dalam keracunan tersebut.
 
Rusia membantah terlibat dalam keracunan, menunjuk pada kurangnya bukti yang diberikan oleh pihak London guna membenarkan tuduhan, dan mencari sampel dari zat kimia yang digunakan.
 
Selain itu, Rusia sudah menawarkan upaya partisipasi dalam penyelidikan bersama sesuai hukum internasional, namun sudah ditolak.
 
Menlu Rusia Sergey Lavrov berkata kepada BBC, akhir pekan lalu, bahwa laboratorium Swiss yang dikontrak oleh Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) telah mendeteksi keberadaan gas saraf lain, BZ, dalam sebuah sampel dari Inggris. Lavrov mengklaim bahwa BZ dikembangkan oleh Amerika Serikat pada 1950-an.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id