Delegasi Taliban dan Afghanistan Berdiskusi di Moskow
Menlu Rusia Sergey Lavrov (dua kiri) bersama delegasi Taliban dan Afghanistan di Moskow, 9 November 2018. (Foto: AFP/YURI KADOBNOV)
Moskow: Delegasi kelompok militan Taliban dan utusan yang ditunjuk pemerintah Afghanistan menghadiri dialog damai di Moskow, Rusia, Jumat 9 November 2018. Ini kali pertama perwakilan dua kubu bertemu dalam sebuah acara yang diketahui publik.

Pertemuan di Moskow ini juga menyoroti meningkatnya peran Rusia di Afghanistan, 30 tahun usai pasukan Soviet meninggalkan negara tersebut akibat perang.

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov membuka pertemuan di sebuah ruang konferensi di President-Hotel. Dua delegasi duduk di sebuah meja bundar dengan beberapa wakil menteri luar negeri dari Tiongkok, Pakistan, Uzbekistan dan Turkmenistan.


Moskow menyebut pertemuan ini adalah upaya mendekatkan Taliban dengan pemerintah Afghanistan agar keduanya dapat mencapai solusi damai.

"Rusia, sebagai penyelenggara konferensi ini, bersama beberapa mitra regional ingin menawarkan bantuan untuk meluncurkan dialog inter-Afghanistan," ujar Lavrov, seperti disitir dari kantor berita ABC News.

Juru bicara Taliban Muhammad Sohail Shaheen menegaskan bahwa pihaknya masih belum mau bernegosiasi dengan pemerintah sebelum Amerika Serikat (AS) angkat kaki dari Afghanistan. "Pertemuan ini bukan negosiasi," tutur Shaheen. "Mereka datang ke sini untuk menyampaikan pandangan mereka, dan kami juga ke sini untuk menyampaikan pandangan kami. Hanya itu," lanjut dia.

Baca: AS Bersedia Berdialog dengan Taliban

Habiba Sarabi, seorang delegasi dari Dewan Perdamaian Tinggi dan mantan menteri hak-hak wanita Afghanistan, mengonfirmasi bahwa kedua kubu memang telah berdiskusi, tapi hanya dalam lingkup ramah tamah.

"Hanya percakapan seperti antar sahabat. Mengobrol santai," ungkap Sarabi, yang mengaku baru kali ini bertemu delegasi Taliban.

Meski hanya membuat sedikit kemajuan, pertemuan di Moskow ini menandai kemenangan diplomatik bagi Rusia, yang selama ini berusaha memainkan peran lebih dalam menyelesaikan konflik di Afghanistan.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id