Mikhail Popkov. (Foto: The Siberian Times)
Mikhail Popkov. (Foto: The Siberian Times)

Mantan Polisi Rusia Didakwa atas 56 Pembunuhan

Internasional rusia
Willy Haryono • 10 Desember 2018 14:51
Irkutsk: Sebuah pengadilan di Rusia mendakwa seorang mantan polisi atas 56 kasus pembunuhan, Senin 10 Desember 2018. Terdakwa sendiri tengah menjalani vonis penjara seumur hidup atas pembunuhan 22 wanita, yang menjadikannya sebagai pembunuh berantai dengan korban terbanyak di Rusia.

Pengadilan di kota Irkutsk, Siberia, menyatakan Mikhail Popkov "bersalah atas pembunuhan 56 orang antara tahun 1992 dan 2007," ujar kantor kejaksaan regional Irkutsk, seperti dilansir dari kantor berita AFP.

Tim jaksa mengatakan Popkov "memiliki rasa ketertarikan dalam dirinya untuk membunuh manusia." Dia juga dinyatakan bersalah atas pemerkosaan 10 korbannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Lewat dakwaan ini, Popkov dijatuhi hukuman penjara seumur hidup untuk kali kedua. Hak pensiunnya sebagai bekas polisi dicabut. Pada 2015, Popkov dinyatakan bersalah atas pembunuhan 22 wanita. Dia kemudian mengaku telah melakukan 59 pembunuhan lainnya, namun hanya didakwa untuk 56 kasus.

Media Interfax mengatakan tim jaksa tidak mampu membuktikan bahwa tiga kasus tersisa yang diakui Popkov benar-benar pernah terjadi. Total jumlah pembunuhan yang didakwakan kepada Popkov mencapai 78, meski dirinya mengakui sudah membunuh 81 orang.

Modus operandi Popkov adalah menawarkan untuk mengantar pulang para korbannya di malam hari. Saat beraksi, Popkov beberapa kali menggunakan mobil polisi di sekitar kota kelahirannya di Angarsk dekat Irkutsk.

Jumlah pembunuhan yang dilakukan Popkov sudah melampaui gabungan beberapa pembunuh berantai di Rusia dan Uni Soviet.

Kriminal dengan julukan "Chessboard Killer" Alexander Pichushkin divonis penjara seumur hidup pada 2017 atas 48 pembunuhan. Sementara Andrei Chikatilo didakwa atas 52 pembunuhan pada era Uni Soviet.


(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi