Trump Desak Anggota NATO Gandakan Target Pendanaan Militer
Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan NATO di Brussels, Belgia (Foto: AFP).
Brussels: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak sekutu NATO supaya mengucurkan empat persen dari anggaran tahunan mereka (PDB) untuk belanja militer -- menggandakan target saat ini.
 
Gedung Putih menegaskan dia telah membuat pernyataan itu selama pertemuan puncak militer sekutu Barat di Brussels.
 
Pertemuan tersebut juga memperlihatkan Trump menunjuk Jerman saat mengkritik pengeluaran pertahanannya.
 
Sekjen NATO berkata, fokus utama mewajibkan semua anggota mencapai target saat ini dua persen dari PDB.
 
Jens Stoltenberg menolak untuk menjawab pertanyaan spesifik tentang pernyataan Trump. "Saya pikir kita harus terlebih dahulu mendapatkan dua persen, fokus pada itu sekarang, hal yang baik adalah bahwa kita bergerak untuk itu," katanya kepada wartawan, seperti dikutip dari BBC, Kamis 12 Juli 2018.
 
Selama beberapa dekade menyusul berakhirnya Perang Dingin, katanya, negara-negara NATO telah memotong anggaran pertahanan ketika ketegangan reda -- dan sekarang diperlukan untuk meningkatkannya di saat ketegangan meningkat.
 
Presiden AS sebelumnya sudah mendesak Eropa mengambil tanggung jawab lebih untuk pertahanan mereka dan mengurangi beban pembayar pajak AS demi mempertahankan pasukan di Eropa sejak lama setelah berakhirnya Perang Dingin. Tetapi tidak ada yang blak-blakan seperti Trump.
 
Mengkonfirmasi komentar Trump, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan: "Presiden Trump ingin melihat sekutu kami berbagi lebih banyak beban dan minimal memenuhi kewajiban mereka yang sudah diwajibkan."
 
Pertemuan Brussels diadakan kurang dari sepekan sebelum Trump menghadiri KTT puncak pertamanya dengan Vladimir Putin, di Helsinki. Agenda perjumpaan pemimpin AS-Rusia ini menghidupkan kembali kekhawatiran di kalangan sekutu AS atas kedekatannya dengan Presiden Rusia.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id