Unjuk rasa rompi kuning pekan kesembilan di Paris, Prancis, 12 Januari 2019. (Foto: Ludovic Marin/AFP/Getty Images)
Unjuk rasa rompi kuning pekan kesembilan di Paris, Prancis, 12 Januari 2019. (Foto: Ludovic Marin/AFP/Getty Images)

Demo Rompi Kuning Prancis Berlanjut di Pekan Kesembilan

Internasional prancis Emmanuel Macron
Arpan Rahman • 13 Januari 2019 11:45
Paris: Demonstran Gilets jaunes atau 'Rompi Kuning' kembali berunjuk rasa di seantero Prancis untuk pekan kesembilan, Sabtu 12 Januari 2019. Otoritas Prancis menyebut jumlah pengunjuk rasa kali ini sekitar 84 ribu, naik lebih dari seribu dari aksi pekan lalu.
 
Dalam unjuk rasa di Paris, seperti dikutip dari kantor berita Guardian, jumlah pedemo berkisar 8.000. Kepolisian Paris menyebut aksi berlangsung "tanpa ada insiden serius."
 
Setelah terjadinya kekerasan dalam beberapa aksi sebelumnya, pemerintah Prancis memilih menggunakan kekuatan. Presiden Emmanuel Macron kala itu mengerahkan 80 ribu petugas gabungan ke seantero negeri, dengan sekitar 7.000 disiagakan di Paris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski tidak ada insiden serius dalam aksi terbaru di Paris, polisi tetap menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa, terutama yang berada di area Arc de Triomphe.
 
Di Bourges, kota dengan populasi 66 ribu orang, sekitar 6.700 demonstran berkumpul meski ada larangan untuk berunjuk rasa di situs-situs bersejarah. Sementara di Bordeaux, pedemo berjumlah 4.500 dan 5.500 di Toulouse.
 
Aparat dikabarkan menangkap 156 orang dalam aksi terbaru di Paris, dengan 108 di antaranya tetap berada di balik jeruji besi. Secara nasional, total 244 orang ditangkap, dan 201 dijebloskan ke penjara, terkait aksi di pekan kesembilan.
 
Sejumlah jajak pendapat terbaru memperlihatkan penurunan dukungan publik terhadap rompi kuning setelah terjadinya aksi kekerasan pekan kemarin. Tingkat kepuasan publik terhadap Macron sedikit naik, yang saat ini masih berada di angka 30 persen.
 
Gerakan rompi kuning dimulai November tahun lalu dalam mengecam rencana penaikan pajak bahan bakar minyak. Meski pemerintah menunda rencana itu, unjuk rasa tetap berlangsung dan meluas menjadi penentangan terhadap presiden dalam sejumlah isu.
 
Baca:Prancis Kesal Trump Kritik Demo Rompi Kuning
 
Macron berusaha meredam situasi dengan mengumumkan acara "debat nasional" dalam empat tema: perpajakan, institusi negara, demokrasi dan kewarganegaraan. Hingga kini format debat belum diketahui.
 
Senin besok, 14 Januari 2019, Macron berencana merilis surat terbuka untuk masyarakat Prancis untuk "menjelaskan apa yang hendak saya lakukan." Macron menyebut debat nasional ini merupakan hal penting "dan sangat berguna bagi negara kita."
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi