Burundi Ancam Keluar dari Badan HAM PBB
Presiden Burundi Pierre Nkurunziza. (Foto: AFP)
Jenewa: Burundi mengancam mundur dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB karena menganggap telah terjadi "politisasi" di organisasi tersebut. Ancaman menyusul laporan yang menunjukkan dugaan telah terjadinya kejahatan terhadap kemanusiaan di Burundi.

Seperti dilansir dari Independent, Minggu 16 September 2018, seorang sumber dari kantor kepresidenan Burundi melayangkan ancaman ketika delegasi negara tersebut tiba di Jenewa, Swiss.

Delegasi Burundi akan menggelar presentasi di Jenewa pada Senin mendatang terkait laporan PBB mengenai dugaan pelanggaran HAM di negara Afrika timur itu.


Dalam laporan Komisi Penyelidikan PBB untuk Burundi, disebutkan ada "cukup alasan untuk memercayai" bahwa pemerintah Burundi telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Penyelidik PBB mengaku menemukan banyak pelanggaran HAM yang dilakukan dinas intelijen, kepolisian dan tentara Burundi serta sayap pemuda Imbonerakure.

Burundi membantah semua temuan PBB tersebut.

Juru bicara kepresidenan Burundi, Willy Nyamitwe, mengatakan bahwa delegasi yang dipimpin Menteri HAM Martin Nivyabandi akan bertemu kepala Badan HAM PBB yang baru, Michelle Bachelet.

"Delegasi bermaksud bertemu dengan komisaris tinggi yang baru, dan kami mengharapkan kemajuan lebih positif dari sebelumnya," kata Nyamitwe.

Dia menambahkan Burundi "mengharapkan ada banyak" kemajuan dari pembicaraan mendatang.

"Jika tidak ada, maka Burundi berhak untuk keluar dari dewan," ancam dia. 



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id