Para pengamat dari OSCE mengamati mundurnya pasukan separatis dari desa Petrovske, sekitar 50 km dari Donetsk, Ukraina, 3 Oktober 2016. (Foto: AFP/ALEKSEY FILIPPOV)
Para pengamat dari OSCE mengamati mundurnya pasukan separatis dari desa Petrovske, sekitar 50 km dari Donetsk, Ukraina, 3 Oktober 2016. (Foto: AFP/ALEKSEY FILIPPOV)

AS Tak akan Kerahkan Pasukan Perdamaian ke Ukraina Timur

Internasional krisis ukraina
Marcheilla Ariesta • 18 September 2017 16:48
medcom.id, Moskow: Duta Besar Moskow untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Vasily Nebenzia menyebutkan, Amerika Serikat dan Ukraina sepakat tak akan mengikuti rekomendasi Rusia untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian PBB ke Ukraina timur.
 
Awal bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menyarankan pasukan penjaga perdamaian PBB dikerahkan Ukraina timur. Usulan ini bertujuan membantu melindungi pemantau gencatan senjata dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja sama di Eropa (OSCE).
 
Putin juga menuturkan, usulan tersebut bertujuan membantu mengakhiri konflik antara pasukan Ukraina dengan separatis. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang sejak 2014.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip kantor berita Rusia, TASS, Senin 18 September 2017, Putin awalnya mengatakan pasukan penjaga perdamaian harus ditempatkan di sepanjang kontak antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis . Namun, dia menambahkan kalau mereka juga dapat ditempatkan di wilayah lain di mana inspektur OSCE bekerja.
 
Meski demikian, Washington dan Kiev juga menginginkan pasukan penjaga perdamaian untuk ditempatkan di sepanjang wilayah perbatasan Ukraina dan Rusia. Pasalnya wilayah tersebut tidak dikendalikan Kiev.
 
Nebenzia menuturkan, AS dan Ukraina secara resmi telah mengatakan kepada Rusia di Dewan Keamanan PBB bahwa mereka tidak bersedia melakukan rancangan resolusi Moskow.
"Delegasi AS dan Ukraina mengatakan usai diskusi pertama, bahwa mereka belum siap mengerjakan usulan Rusia di masa depan," seru Nebenzia.
 
Meski demikian, Moskow tidak akan berdiam diri. Nebenzia menuturkan Negeri Beruang Merah tetap akan berada dalam pendiriannya.
 
Ukraina telah menganjurkan rencana alternatif, yang akan melarang setiap warga negara Rusia mengambil bagian dalam misi pemeliharaan perdamaian di sepanjang wilayah perbatasan timur.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif