Pemandangan salah satu sudut kota Washington, AS. (Foto: AFP/MARK WILSON)
Pemandangan salah satu sudut kota Washington, AS. (Foto: AFP/MARK WILSON)

CDC Proyeksikan 100 Ribu Kematian akibat Covid-19 di AS

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 16 Mei 2020 18:03
Washington: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memproyeksikan lebih dari 100 ribu kematian akibat virus korona (covid-19) di AS per 1 Juni mendatang. Proyeksi CDC merupakan satu dari puluhan model yang memprediksi angka rata-rata kematian akibat covid-19 di AS dalam beberapa pekan ke depan.
 
Hampir semua model memproyeksikan tren kenaikan jumlah kematian, walau angka berbeda-beda.
 
"Angka kumulatif kematian kemungkinan melampaui 100 ribu pada 1 Juni," kata Direktur CDC Robert Redfield, dilansir dari Business Insider, Sabtu 16 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awal Mei lalu, Presiden Donald Trump mengestimasi bahwa angka kematian akibat covid-19 di AS akan berkisar "antara 75, 80, hingga 100 ribu orang."
 
Saat Trump mengucapkan pernyataan tersebut, angka kematian di AS berada di angka 68 ribu. Selang 10 hari kemudian, yakni 14 Mei, angkanya bertambah menjadi lebih dari 80 ribu.
 
Jumat kemarin, Redfield menyatakan bahwa estimasi CDC kemungkinan besar akan melampaui perkiraan Trump di akhir bulan ini. Estimasi CDC diambil dari analisis 12 proyeksi.
 
Redfield khawatir momen terburuk dari penyebaran covid-19 di AS belum terjadi. Kekhawatirannya diperburuk langkah sejumlah negara bagian di AS yang mulai melonggarkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown).
 
Dalam beberapa kesempatan, Trump menyiratkan bahwa dirinya ingin segera kembali membuka kembali perekonomian meski covid-19 masih menjadi ancaman. Namun sikap presiden ini dikritik sejumlah pakar kesehatan di AS, termasuk Dr Antony Fauci yang merupakan anggota gugus tugas penanganan covid-19 di Gedung Putih.
 
Menurut Fauci, masih terlalu dini untuk melonggarkan atau mencabut lockdown. Ia khawatir gelombang kedua covid-19 bisa saja terjadi karena sebagian masyarakat nantinya akan menganggap covid-19 sebagai sesuatu yang tidak terlalu mengancam.
 
Hingga saat ini, berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, AS masih menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi covid-19 di angka 1,4 juta 87 ribu lebih kematian dan 250.747 pasien sembuh.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif