Polisi antihuru-hara bersiaga di Minneapolis, MInnesota, AS, Jumat 29 Mei 2020. (Foto: AFP)
Polisi antihuru-hara bersiaga di Minneapolis, MInnesota, AS, Jumat 29 Mei 2020. (Foto: AFP)

Polisi yang Menindih George Floyd Dijerat Pasal Pembunuhan

Internasional Kematian George Floyd
Willy Haryono • 30 Mei 2020 07:36
Minneapolis: Seorang polisi yang menindih pria Afrika Amerika bernama George Floyd dijerat pasal pembunuhan pada Jumat 29 Mei. Aksi menindih leher Floyd di muka umum itu diduga sebagai penyebab kematian korban.
 
Tuntutan pasal pembunuhan dilayangkan kepada Derek Chauvin saat kota Minneapolis dan St. Paul terus dilanda kerusuhan dan penjarahan sebagai buntut dari aksi unjuk rasa memprotes kematian Floyd.
 
Chauvin dituntut satu pasal pembunuhan level ketiga, yakni yang mengatur aksi tak disengaja berujung kematian, serta satu pasal kelalaian berujung kematian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kasus ini sudah siap dilanjutkan, dan kami telah melayangkan tuntutan," ucap jaksa Minneapolis Mike Freeman, dilansir dari laman AFP, Sabtu 30 Mei 2020.
 
Keluarga Floyd -- yang sudah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump -- menyambut baik berita penangkapan Chauvin dan tiga rekannya sebagai "sebuah langkah menuju keadilan." Namun pihak keluarga berharap empat polisi yang terlibat dalam kematian Floyd mendapat hukuman lebih keras.
 
Freeman mengatakan tiga polisi lainnya yang diinvestigasi, dan mungkin juga akan menerima tuntutan pasal tertentu. Chauvin dan tiga rekannya sudah dipecat dari jajaran Kepolisian Minneapolis pada Selasa kemarin usai video yang memperlihatkan Floyd ditindih di bagian leher muncul satu hari sebelumnya.
 
Pengumuman jeratan pasal untuk Chauvin muncul saat ratusan personel keamanan dikerahkan ke Minneapolis dan St. Paul untuk mencegah berlanjutnya kerusuhan. Sejumlah bangunan telah dibakar dan dijarah di dua kota tersebut, yang juga biasa dikenal dengan "Twin Cities."
 
Dari sejumlah bangunan yang dibakar, salah satunya adalah kantor polisi tempat Chauvin dan tiga rekannya bekerja.
 
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey telah mendeklarasikan aturan jam malam untuk Jumat dan Sabtu ini. Dalam aksi unjuk rasa, banyak pedemo yang meneriakkan "Saya tidak bisa bernapas" -- kata-kata Floyd saat ditindih Chauvin.
 
Aksi protes terkait Floyd juga terjadi di beberapa kota lain, termasuk New York, Washington, Atlanta, Houston, dan Portland. Kepolisian telah dikerahkan di kota-kota tersebut, dengan tujuan utama menghindari terjadinya kerusuhan seperti di Minneapolis.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif