PM Inggris Boris Johnson membaik setelah dirawat akibat covid-19. Foto: AFP
PM Inggris Boris Johnson membaik setelah dirawat akibat covid-19. Foto: AFP

PM Inggris Membaik Tetapi Masih dalam Perawatan Intensif

Internasional Virus Korona inggris Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 09 April 2020 06:56
London: Kondisi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson terus ‘membaik’ pada Rabu 8 April. Dia menghabiskan hari ketiga dalam perawatan intensif melawan virus korona covid-19.
 
Penyakit ini telah menyerang jantung pemerintah Inggris, menginfeksi lebih dari 60.000 orang di seluruh Negeri Ratu Elizabeth dan menewaskan lebih dari 7.000.
 
"Yang terbaru dari rumah sakit adalah bahwa perdana menteri tetap berada dalam perawatan intensif di mana kondisinya membaik," kata Menteri Keuangan Rishi Sunak dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis, 9 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia telah duduk di tempat tidur dan terlibat secara positif dengan tim klinis,” ujarnya.
 
Sebelumnya, juru bicara resmi Johnson mengatakan dia tetap "stabil secara klinis" dan menanggapi pengobatan, menggambarkan pemimpin Konservatif berusia 55 tahun itu dalam "semangat yang baik".
 
Pengumuman datang ketika surat kabar mendesak warga Inggris untuk tetap mendukung pemimpin mereka yang terpukul di garis depan. Warga Inggris diminta menunjukkan dukungan dengan menerapkan jaga jarak dan lockdwon untuk membendung penyebaran covid-19 sekarang di minggu ketiga.
 
"Dia tetap bekerja untukmu. Sekarang berdoa di rumah untuknya," Tabloid The Sun menulis di halaman depannya.
 
"Boris akan sembuh,” kata Daily Express.

Petarung


Sebagai wakil Johnson, Menteri Luar Negeri Dominic Raab memanggilnya ‘seorang petarung’ dan memperkirakan "dia akan kembali, memimpin kita melalui krisis ini dalam waktu singkat".
 
Johnson adalah pemimpin pemerintah paling terkenal yang terinfeksi covid-19 dan pesan-pesan dukungan membanjiri seluruh Inggris dan dunia.
 
Dia dirawat di perawatan intensif pada Senin malam setelah menghabiskan Minggu malam di rumah sakit setelah kekhawatiran dia masih menderita batuk dan suhu tinggi 10 hari setelah didiagnosis dengan covid-19.
 
Pemindahannya ke perawatan intensif belum pernah terjadi sebelumnya untuk perdana menteri selama darurat nasional di zaman modern.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif