Ilustrasi kapal selam nuklir. Foto: AFP.
Ilustrasi kapal selam nuklir. Foto: AFP.

Prancis Ngambek ke AS Gara-Gara Kapal Selam Australia

Internasional Amerika Serikat Kapal Selam Australia prancis AUKUS
Marcheilla Ariesta • 17 September 2021 20:27
Paris: Prancis membatalkan acara di kedutaan besarnya di Washington karena kecewa atas kemitraan baru Amerika Serikat (AS), Australia, dan Inggris. Padahal, pesta tersebut seharusnya digelar untuk merayakan peringatan pertempuran angkatan laut dalam Revolusi Amerika.
 
"Acara itu telah dibatalkan," ucap Kedutaan Besar Prancis di Washington, seperti dikutip dari AFP, Jumat, 17 September 2021.
 
Prancis ngambek karena merasa ditikung Amerika Serikat, setelah Negeri Paman Sam mengumumkan kemitraan baru dengan Inggris-Australia (AUKUS). Kemitraan baru itu akan mempersenjatai Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir hingga sistem rudal tomahawk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prancis mengecam rencana itu karena Australia telah lebih dulu menyepakati proyek ekspor kapal selam dengan Paris.
 
Baca juga: Australia Akuisisi Kapal Selam Nuklir, RI Prihantinkan Perlombaan Senjata
 
Pada 2016, Negeri Kanguru memilih manufaktur kapal selam Prancis, Naval Group, untuk membangun armada kapal selam baru senilai USD40 miliar (setara Rp569,4 triliun). Namun, kesepakatan itu jalan di tempat karena sejumlah syarat yang memberatkan dari pihak Australia.
 
Tapi tiba-tiba, pada Rabu lalu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden AS Joe Biden, dan PM Australia Scott Morrison mengumumkan kemitraan keamanan baru antara ketiga negara.
 
Prancis pun menuduh Australia mengkhianati mereka. Tak hanya Prancis, sekutu AS lainnya, Uni Eropa juga kecewa lantaran merasa tak dilibatkan dalam kemitraan baru yang dikenal dengan AUKUS itu.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif