Jaksa Agung AS William Barr. (Foto: AFP)
Jaksa Agung AS William Barr. (Foto: AFP)

Kasus Floyd, Jaksa Agung AS Yakin Keadilan akan Ditegakkan

Internasional Kematian George Floyd
Willy Haryono • 30 Mei 2020 09:26
Washington: Jaksa Agung Amerika Serikat William Barr mengomentari pria kulit hitam George Floyd yang kematiannya memicu unjuk rasa masif di seantero negeri. Floyd meninggal usai lehernya sempat ditindih seorang polisi di kota Minneapolis, Minnesota.
 
Aksi penindihan leher itu muncul dalam sebuah video pada Senin 25 Mei lalu.
 
"Video dari insiden yang berujung pada meninggalnya Floyd sungguh mengerikan," kata Barr, dilansir dari CNN, Sabtu 30 Mei 2020. Ia menegaskan otoritas hukum AS tengah memproses kasus ini secara seksama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Proses kasus ini berlangsung cepat. Saya yakin keadilan akan ditegakkan," sambungnya.
 
Derek Chauvin, polisi yang menindih leher Floyd, telah dijerat satu pasal pembunuhan tiga tiga dan satu pasal kelalaian berujung kematian. Sementara tiga rekan Chauvin yang juga turut terlibat masih diinvestigasi otoritas hukum AS.
 
Chauvin dan tiga rekannya sudah dipecat dari jajaran Kepolisian Minneapolis, satu hari usai munculnya video Floyd.
 
Barr menyebut Kementerian Hukum AS dan juga Biro Investigasi Federal sedang "melakukan investigasi independen untuk menentukan apakah ada hukum hak sipil federal yang dilanggar" dalam kematian Floyd.
 
Sementara itu, keluarga Floyd mengapresiasi penahanan Chauvin dan jeratan pasal pembunuhan. Namun, mereka menilai pasal pembunuhan tiga ketiga tidaklah cukup.
 
"Kami ingin pasal pembunuhan tingkat pertama. Kami juga ingin para aparat lainnya ditangkap," ujar pihak keluarga Floyd.
 
Pasal pembunuhan tingkat tiga didasarkan pada hasil autopsi resmi Floyd. Hasil autopsi menunjukkan meski Chauvin menindih leher Floyd selama 2 menit 53 detik, korban tidak meninggal akibat tercekik atau kehabisan napas.
 
"Floyd memiliki kondisi kesehatan, termasuk penyakit arteri koroner dan jantung hipertensif," tulis salah satu kalimat dalam surat tuntutan Chauvin.
 
"Efek gabungan dari penahanan polisi terhadap Floyd, kondisi kesehatan sebelumnya, dan zat minuman keras yang mungkin ada di dalam tubuhnya, kemungkinan berkontribusi terhadap kematiannya," sambung dokumen tersebut.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif