Presiden AS Donald Trump dites negatif virus korona. Foto: AFP
Presiden AS Donald Trump dites negatif virus korona. Foto: AFP

Jajal Tes Cepat, Trump Negatif Covid-19

Internasional amerika serikat Virus Korona donald trump Coronavirus virus corona
Marcheilla Ariesta • 03 April 2020 15:26
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia menjalani tes cepat virus korona covid-19. Dari hasil tes tersebut, dia mengatakan tidak terinfeksi virus.
 
"Saya pikir harus melihat sendiri seberapa cepat kerjanya," kata Trump saat menerima hasil tesnya dalam waktu 15 menit, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 3 April 2020.
 
Bulan lalu, Trump pernah dites covid-19 karena melakukan kontak dengan pejabat Brasil yang positif virus tersebut. Dia juga dinyatakan negatif dalam tes pertama tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump juga mengumumkan rencana untuk personel militer dan federal AS untuk mengoperasikan rumah sakit darurat yang didirikan di pusat konvensi Javits Center di New York. Ini adalah langkah Washington untuk membantu kota tersebut bergulat dengan pasien covid-19 yang semakin banyak.
 
New York menjadi pusat epidemi virus di AS dengan lebih dari 47 ribu kasus terkonfirmasi di kota tersebut.
 
Penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner mengatakan pemerintah akan mengirim sistem rumah sakit umum ke New York. Gugus tugas virus korona juga akan mengirimkan masker pelindung N-95 ke sana untuk membantu para pekerja medis.
 
Trump, yang awalnya menganggap remeh virus tersebut, memanfaatkan Undang-Undang Produksi Pertahanan era Perang Korea untuk mencoba memerintahkan perusahaan yang memproduksi ventilator rumah sakit. Dia juga menggunakan hukum untuk membuat General Motors Co memproduksi lebih banyak masker N-95.
 
"Kami memiliki lebih dari 100.000 ventilator yang sedang dibangun saat ini," tutur Trump.
 
Dia menambahkan telah berkomunikasi dengan Direktur Eksekutif General Motors Mary Barra untuk mulai memproduksi ventilator.
 
AS merupakan negara dengan kasus covid-19 terbanyak di dunia, yakni mencapai lebih dari 245 ribu pasien. Angka tersebut sudah melebihi Tiongkok yang merupakan negara awal virus tersebut ditemukan Desember 2019.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif