Seorang demonstran membawa gambar wajah George Floyd di Minneapolis, AS pada 9 Maret 2021. Foto: AFP
Seorang demonstran membawa gambar wajah George Floyd di Minneapolis, AS pada 9 Maret 2021. Foto: AFP

Pembunuh George Floyd Divonis 12,5 Tahun Penjara

Internasional Amerika Serikat pembunuhan as Kematian George Floyd
Sri Yanti Nainggolan • 21 April 2021 14:50
Minneapolis: Mantan petugas polisi Minneapolis, Derek Chauvin, divonis bersalah atas kematian George Floyd. Ia diputus bersalah atas dakwaan pembunuhan pada tingkat dua, pembunuhan tingkat tiga, dan pembunuhan tak berencana. 
 
Vonis dibacakan oleh hakim pada Selasa 20 April waktu setempat. Juri beranggotakan 12 orang itu memutuskan Chauvin bertanggung jawab secara pidana atas kematian Floyd tahun lalu setelah mempertimbangkan tiga minggu kesaksian dari 45 saksi. 
 
Para juri memulai musyawarah untuk menimbang keputusan mereka pada Senin, 19 April 2021, untuk memberikan putusan atas mantan polisi berusia 45 tahun itu. Musyawarah dilakukan selama 11 jam. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut catatan pengadilan, juri termasuk empat wanita kulit putih, dua pria kulit putih, tiga pria kulit hitam, satu wanita kulit hitam dan dua wanita multiras.
 
Hasilnya, di bawah pedoman hukuman Minnesota, Chauvin menghadapi vonis 12,5 tahun penjara karena hukuman pembunuhan sebagai pelaku kriminal pertama kali. Namun, jaksa penuntut dapat mengajukan hukuman yang lebih lama hingga maksimum 40 tahun jika Hakim Distrik Hennepin, Peter Cahill, yang memimpin persidangan, memutuskan bahwa ada "faktor-faktor yang memberatkan".
 
Kemudian, narapidana umumnya bisa meninggalkan penjara dengan pengawasan pembebasan setelah menyelesaikan dua pertiga dari hukuman mereka. Chauvin tidak memiliki hukuman pidana sebelumnya.
 
Chauvin mengaku tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan tidak sengaja tingkat dua yang melibatkan "tindakan yang disengaja melukai tubuh". Ia juga mengaku tak bersalah dalam dakwaan pembunuhan "pikiran bejat" tingkat ketiga yang tidak disengaja yang melibatkan "tindakan yang sangat berbahaya bagi orang lain" dan pembunuhan tingkat dua yang melibatkan kematian yang diakibatkannya.
 
Chauvin dituduh membunuh Floyd di kota Minneapolis tahun lalu. Floyd meninggal usai Chauvin menindih lehernya dengan menggunakan lutut. Dalam video amatir, terlihat Floyd yang berkata, "saya tidak bisa bernapas," dalam kondisi tertindih lutut Chauvin.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif