Presiden Ukraina Vladimir Zelensky. Foto: AFP
Presiden Ukraina Vladimir Zelensky. Foto: AFP

Ukraina Minta Senjata Lebih Kuat Selama Kunjungan Menlu dan Menhan AS

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Volodymyr Zelensky Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 25 April 2022 09:21
Kiev: Ukraina akan meminta persenjataan yang lebih kuat selama kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, negaranya akan mengatasi 'masa-masa kelam'.
 
Ia menyampaikannya dalam pidato emosional di Katedral Saint Sophia yang berusia 1.000 tahun di Kiev untuk menandai Paskah Ortodoks.
 
Pejabat Ukraina berencana untuk memberi tahu Blinken dan Austin tentang kebutuhan mendesak akan lebih banyak senjata, termasuk sistem anti-rudal, sistem anti-pesawat, kendaraan lapis baja dan tank.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Amerika Serikat dan sekutu NATO telah menunjukkan kesiapan yang meningkat untuk memasok peralatan yang lebih berat dan sistem senjata yang lebih canggih. Inggris juga berjanji untuk mengirim kendaraan militer dan sedang mempertimbangkan memasok tank Inggris ke Polandia untuk membebaskan T-72 Warsawa yang dirancang Rusia untuk Ukraina.
 
Kunjungan Blinken dan Austin, yang diumumkan Zelensky sebelumnya, akan menjadi lawatan tingkat tertinggi AS ke Ukraina sejak Presiden Rusia, Vladimir Putin memerintahkan invasi ke sana.
 
Namun, Gedung Putih belum mengonfirmasi kunjungan apa pun. Kementerian Luar Negeri AS dan Pentagon juga menolak berkomentar terkait hal tersebut.
 
"Kami terinspirasi oleh ketahanan umat Kristen Ortodoks di Ukraina dalam menghadapi perang agresi brutal Presiden Putin," kata Blinken di Twitter, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 25 April 2022.
 
"Kami terus mendukung mereka dan, hari ini, kami berharap mereka dan semua orang lain merayakan harapan Paskah dan segera kembali ke perdamaian," sambung dia.
 
Setelah pasukan Ukraina memaksa mundur militer Rusia di sekitar Kiev, serangan Moskow sekarang difokuskan di wilayah Donbas timur dan selatan negara itu. Dengan kehidupan normal yang kembalu ke ibu kota, beberapa negara juga membuka kembali kedutaan dalam beberapa hari terakhir.
 
Serhiy Gaidai, gubernur wilayah Luhansk di Donbas, mengatakan perayaan Paskah dihancurkan di sana, dengan tujuh gereja di wilayahnya 'dimutilasi' serangan artileri. Dia mengatakan sejumlah warga sipil yang tidak ditentukan tewas oleh penembakan Rusia.
 
Moskow, yang menggambarkan tindakannya di Ukraina sebagai 'operasi militer khusus', membantah menargetkan warga sipil. Mereka juga menolak apa yang dikatakan Ukraina sebagai bukti kekejaman, dengan mengatakan Kiev melakukan itu untuk merusak pembicaraan damai.
 
"Hentikan serangan untuk membantu penduduk yang kelelahan. Berhenti," kata Paus Fransiskus.
 
Pengungsi Ukraina memenuhi gereja-gereja di seluruh Eropa tengah.
 
"Saya berdoa agar kengerian di Ukraina ini segera berakhir dan kami dapat kembali ke rumah," kata Nataliya Krasnopolskaia, yang melarikan diri ke Praha dari Odesa bulan lalu.
 
Pasukan Rusia berusaha lagi untuk menyerbu pabrik baja Azovstal yang merupakan benteng utama Ukraina yang tersisa di Mariupol. Para pejabat Ukraina menambahkan, lebih dari 1.000 warga sipil juga berlindung di sana.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif