Vaksin keluaran sinovac yang diuji di Brasil dan Indonesia. Foto: AFP
Vaksin keluaran sinovac yang diuji di Brasil dan Indonesia. Foto: AFP

Tolak Jadi Kelinci Percobaan, Presiden Brasil Tolak Beli Vaksin Sinovac

Internasional brasil vaksin covid-19 Sinovac
Fajar Nugraha • 22 Oktober 2020 12:47
Brasilia: Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan pemerintahnya tidak akan membeli vaksin covid-19 buatan Tiongkok. Ucapannya dilontarkan sehari setelah menteri kesehatannya mengatakan bahwa vaksin itu akan ditambahkan ke program imunisasi.
 
Menanggapi seorang pendukung di media sosial yang mendesaknya untuk tidak membeli vaksin Sinovac, Bolsonaro berkata: "Kami tidak akan membeli vaksin Tiongkok”.
 
Presiden mengatakan vaksin tersebut belum menyelesaikan uji coba. Brasil telah menjadi salah satu negara yang paling parah terkena dampak virus korona, vaksin menjadi sangat diharapkan untuk mengatasi pandemi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins, ada hampir 5,3 juta kasus covid-19 yang dikonfirmasi di Brasil. Ini adalah penghitungan tertinggi ketiga di dunia setelah AS dan India dan nomor dua setelah AS dalam hal kematian, dengan hampir 155.000 terdaftar sejauh ini.
 
Pada Selasa, Menteri Kesehatan Eduardo Pazuello mengatakan, pemerintah federal telah mencapai kesepakatan dengan negara bagian Sao Paulo untuk membeli 46 juta dosis vaksin CoronaVac, yang sedang diuji oleh pusat penelitian Institut Butantan di negara bagian itu.
 
Vaksin -,yang akan diproduksi oleh Butantan,- masih harus mendapat persetujuan dari regulator kesehatan untuk digunakan di masyarakat.
 
Gubernur Sao Paulo Joao Doria -,sekutu yang berubah menjadi kritikus Presiden Bolsonaro,- mengatakan program imunisasi dapat dimulai segera pada Januari 2021. Ini menjadikannya salah satu upaya pertama di dunia untuk memerangi pandemi.
 
Tetapi pada Rabu, Presiden Bolsonaro -,yang penanganan pandemi telah banyak dikritik,- mengatakan di Twitter bahwa vaksin apa pun harus disetujui oleh regulator kesehatan dan keefektifannya diverifikasi oleh kementerian kesehatan sebelum tersedia.
 
"Orang Brasil tidak akan menjadi kelinci percobaan siapa pun," katanya, seperti dikutip AFP, Kamis 22 Oktober 2020.
 
Gubernur Doria sebelumnya memuji vaksin eksperimental Sinovac, mengumumkan rencana untuk menggunakannya untuk menyuntik penduduk Sao Paulo.
 
Institut Butantan mengumumkan pada Senin bahwa vaksin dua dosis tampaknya aman dalam uji klinis tahap akhir. Namun, pihaknya memperingatkan bahwa hasilnya hanya permulaan, dengan pengujian yang sedang berlangsung. Dikatakan, data tentang seberapa efektif vaksin itu tidak akan dirilis sampai uji coba selesai.
 
Selain CoronaVac, Brasil juga berencana memberikan vaksin yang dibuat oleh University of Oxford dari Inggris dan raksasa obat AstraZeneca. Uji coba dengan vaksin Sinovac juga sedang dilakukan di Turki dan Indonesia.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif