Anggota dari sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam di Gaza. Foto: AFP
Anggota dari sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam di Gaza. Foto: AFP

Inggris Akan Tetapkan Hamas sebagai Organisasi Teroris

Internasional terorisme Palestina Inggris hamas
Fajar Nugraha • 20 November 2021 08:05
London: Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel pada Jumat 19 November 2021 mengatakan, pihaknya bermaksud untuk menyatakan Hamas di Palestina sebagai kelompok teroris. Ini menjadi buah langkah yang membawa sikap Inggris terhadap penguasa Gaza itu, sejalan dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa.
 
"Hamas memiliki kemampuan teroris yang signifikan. Termasuk akses ke persenjataan yang luas dan canggih, serta fasilitas pelatihan teroris," kata Patel dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Sabtu 20 November 2021.
 
"Itulah sebabnya hari ini saya bertindak untuk melarang Hamas secara keseluruhan,” tegasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Organisasi itu akan dilarang di bawah Undang-Undang Terorisme dan siapa pun yang menyatakan dukungan untuk Hamas, mengibarkan benderanya atau mengatur pertemuan untuk organisasi itu akan melanggar hukum, kementerian dalam negeri mengkonfirmasi. Patel diperkirakan akan mempresentasikan perubahan itu ke parlemen minggu depan.
 
Hamas –,yang bernama lengkap Gerakan Perlawanan Islam,– memiliki sayap politik dan militer. Didirikan pada 1987, mereka menentang keberadaan Israel dan pembicaraan damai, alih-alih menganjurkan ‘perlawanan bersenjata’ terhadap pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
 
Sampai sekarang Inggris hanya melarang sayap militer dari Hamas yaitu, Brigade Izz al-Din al-Qassam.
 
Pejabat politik Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan langkah Inggris menunjukkan "bias mutlak terhadap pendudukan Israel dan tunduk pada pemerasan dan dikte Israel".
 
"Menolak pendudukan dengan segala cara yang tersedia, termasuk perlawanan bersenjata, adalah hak yang diberikan kepada orang-orang yang berada di bawah pendudukan sebagaimana dinyatakan oleh hukum internasional," kata Hamas dalam sebuah pernyataan terpisah.
 
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyambut baik keputusan itu, dengan mengatakan dalam sebuah posting Twitter: "Hamas adalah organisasi teroris, sederhananya. 'lengan politik' memungkinkan aktivitas militernya."
 
Hamas dan Israel bentrok baru-baru ini dalam konflik 11 hari yang mematikan pada bulan Mei.

Penguat ikatan

Menteri Dalam Negeri Patel terpaksa mengundurkan diri sebagai Menteri Pembangunan Internasional Inggris pada 2017 setelah dia gagal mengungkapkan pertemuan dengan pejabat senior Israel selama liburan pribadi ke negara itu, termasuk pemimpin oposisi saat itu Yair Lapid.
 
Lapid, sekarang Menteri Luar Negeri Israel, memuji keputusan terhadap Hamas sebagai "bagian dari memperkuat hubungan dengan Inggris".
 
Hamas ada dalam daftar organisasi teroris asing yang ditunjuk AS. Uni Eropa juga menganggapnya sebagai gerakan teroris.
 
Berbasis di Gaza, Hamas memenangkan pemilihan parlemen Palestina 2006, mengalahkan saingan nasionalisnya Fatah. Mereka merebut kendali militer atas Gaza pada tahun berikutnya.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif