NEWSTICKER
Sebuah rumah sakit di Inggris yang menangani pasien korona. Foto: AFP
Sebuah rumah sakit di Inggris yang menangani pasien korona. Foto: AFP

Rumah Sakit AS dan Inggris Rentan Lonjakan Virus Korona

Internasional amerika serikat inggris Coronavirus virus corona
Arpan Rahman • 17 Maret 2020 20:08
Washington: Amerika Serikat (AS) dan Inggris sama-sama memiliki kelemahan dalam sistem perawatan kesehatan mereka yang dapat memicu keruntuhan. Jika kedua negara mengalami jenis wabah virus korona parah yang mirip dengan Italia.
 
Sebuah analisis Financial Times telah menemukan, kedua negara memiliki lebih sedikit tempat tidur rumah sakit per kapita daripada kebanyakan negara barat lainnya. Sementara AS dan Inggris memiliki sekitar dua tempat tidur per 1.000 orang, Jerman, dengan perbandingan memiliki enam tempat tidur, sedangkan Jepang memiliki 7,8, menurut OECD.
 
AS juga ketinggalan jumlah dokter untuk populasinya, dengan 2,6 per 1.000 orang. Itu sebanding dengan 4,3 di Jerman dan empat di Italia, di mana rumah sakit harus mendirikan tenda tiup di pekarangan dan pasien memadati koridor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"AS memiliki kemampuan diagnostik yang sangat baik, tetapi yang benar-benar gagal adalah akses ke layanan kesehatan, terutama untuk petugas layanan kesehatan itu sendiri," kata Jessica Bell, disiarkan dari Financial Times, Selasa 17 Maret 2020.
 
Ia membantu menyusun indeks keamanan kesehatan global untuk Nuclear Threat Initiative, sebuah nirlaba yang bekerja pada pencegahan bencana.
 
Petugas kesehatan mulai membersitkan tanda bahaya. Rumah sakit di AS sudah cukup penuh karena musim flu. Masalah kapasitas sedang diperparah oleh masuknya kasus coronavirus.
 
"Sudah kita dengar perawat harus berjuang untuk mendapatkan respirator yang mereka butuhkan -- meskipun kekhawatiran terbesar adalah apa yang terjadi ketika perawat mulai sakit," kata David Pratt, perwakilan kesehatan dan keselamatan di New York State Nurses Association.
 
Jepang, Jerman, dan Italia mungkin memiliki kapasitas paling besar dalam sistem perawatan kesehatan mereka, tetapi mereka juga memiliki populasi tertua di dunia. Hal ini menempatkan mereka pada posisi unik yang rentan, karena statistik menunjukkan bahwa orang di atas 70 adalah yang paling mungkin menderita komplikasi parah dari coronavirus. Sekitar 28 persen populasi Jepang berusia di atas 65 tahun, demikian juga 22 persen populasi Jerman.
 
Salah satu bidang utama yang menjadi perhatian di AS, kata para ahli, adalah cakupan asuransi yang tidak merata. Hampir 18 juta orang Amerika tidak memiliki asuransi pada 2018, menurut Kaiser Family Foundation, dan banyak dari mereka yang memiliki pertanggungan dapat berjuang untuk membayar kontribusi mereka sendiri terhadap perawatan mahal.
 
Asuransi AS telah setuju untuk menanggung biaya pengujian, tetapi masih bisa menelan biaya ribuan dolar per hari jika mereka dirawat di rumah sakit karena penyakit itu.
 
Analisis juga menunjukkan negara mana yang lebih mungkin menderita secara ekonomi. Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia mengatakan pada Jumat bahwa hingga 50 juta pekerjaan di sektor ini sekarang berisiko karena perbatasan ditutup dan pemerintah membatasi pergerakan.
 
"Layanan, khususnya yang terkait dengan pariwisata dan konsumsi non-inti, akan mengalami pukulan besar," kata Nicola Nobile, seorang ekonom di Oxford Economics.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif