Pelajar asing dilarang tinggal di AS selama belajar online. Foto: AFP.
Pelajar asing dilarang tinggal di AS selama belajar online. Foto: AFP.

Pelajar Asing Dilarang Tinggal di AS Selama Belajar Online

Internasional amerika serikat
Marcheilla Ariesta • 07 Juli 2020 19:25
Washington: Departemen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peraturan baru bagi pelajar asing. Mereka diminta untuk kembali ke negaranya pada musim gugur karena pelajaran dilakukan secara daring (online).
 
"Kementerian Luar Negeri tidak akan mengeluarkan visa kepada siswa yang terdaftar di sekolah dan atau program yang sepenuhnya daring untuk semester musim gugur," kata ICE, dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 7 Juli 2020.
 
"Departemen Imigrasi dan Bea Cukai AS tidak akan mengizinkan siswa ini untuk memasuki Amerika Serikat," imbuh mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, pelajar yang sudah berada di Negeri Paman Sam, yang programnya telah dialihkan ke daring diminta untuk meninggalkan negara tersebut.
 
"Bagi yang berada di AS, dan mengikuti pembelajaran daring harus meninggalkan negara ini atau mengambil langkah lain, seperti mentransfer ke sekolah dengan instruksi perorangan untuk tetap dalam status sah menurut hukum," imbuh mereka.
 
ICE menegaskan, jika peraturan baru itu tidak diindahkan, kemungkinan para pelajar tidak akan bisa kembali ke negara itu lagi.
 
Meski demikian, ada kelonggaran bagu mahasiswa yang menghadiri sekolah metode hybrid, yakni campuran kelas daring dan tatap muka. "Mereka akan diizinkan mengambil lebih dari satu kelas atau tiga jam kredit daring," tutur ICE.
 
Kebijakan ini sontak memicu kecaman dari publik dan oposisi pemerintahan Trump. Senator Partai Demokrat Bernie Sanders menganggap aturan ini semakin mencerminkan kekejaman Gedung Putih.
 
"Siswa asing diancam dengan pilihan risiko hidup Anda masuk kelas atau dideportasi," kata Sanders.
 
Sementara itu, sebagian besar perguruan tinggi di AS sampai saat ini belum mengumumkan keputusan mereka apakah akan membuka kelas belajar mengajar langsung atau online untuk semester baru di musim gugur ini.
 
Menurut Institute of International Education (IIE) ada lebih dari satu juta pelajar internasional mengenyam pendidikan di kampus-kampus di AS untuk tahun akademik 2018-2019 ini. Sebagian besar siswa asing berasal dari Asia, yakni Tiongkok, India, dan Korea Selatan, namun ada juga yang berasal dari Arab Saudi hingga Kanada.
 

(FJR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif