Ratusan orang mengenang sosok Ruth Bader Ginsburg di depan gedung Mahkamah Agung AS di Washington, Jumat 18 September 2020. (Alex Edelman/AFP)
Ratusan orang mengenang sosok Ruth Bader Ginsburg di depan gedung Mahkamah Agung AS di Washington, Jumat 18 September 2020. (Alex Edelman/AFP)

Ratusan Orang Kenang Ginsburg di Depan Mahkamah Agung AS

Internasional amerika serikat
Willy Haryono • 19 September 2020 15:07
Washington: Ratusan orang berkumpul di depan gedung Mahkamah Agung Amerika Serikat di Washington dalam mengenang sosok hakim Ruth Bader Ginsburg, yang meninggal dunia di usia 87 tahun pada Jumat 18 September. Ginsburg merupakan salah satu hakim Mahkamah Agung AS yang dikenal sebagai pejuang hak-hak perempuan.
 
Massa memenuhi anak tangga gedung Mahkamah Agung AS dan jalanan di wilayah US Capitol dalam mengikuti acara memorial pada malam hari. Puluhan orang terlihat duduk di anak tangga dalam mengenang sepak terjang Ginsburg.
 
Sejumlah lilin dinyalakan di anak tangga, dan para peziarah berlutut sembari meletakkan karangan bunga. Sebagian orang juga meletakkan bendera kecil AS dan tulisan belasungkawa untuk Ginsburg.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ginsburg meninggal akibat kanker pankreas, setelah berkarier di bidang hukum AS selama 27 tahun.
 
Acara memorial Ginsburg diwarnai suara warga yang menyanyikan lagu "Amazing Grace" dan "This Land is Your Land." Beberapa orang terlihat saling berpelukan dan menyeka air mata.
 
Tepuk tangan selama satu menit sempat berlangsung di acara memorial sebagai bentuk penghormatan terhadap Ginsburg.
 
"Terima kasih RBG," tulis salah satu pesan, merujuk pada singkatan dari nama lengkap Ginsburg. Tulisan "RBG" juga terlihat di papan tulis yang ditulisi kapur berwarna pink.
 
Jennifer Berger, 37, mengaku harus ikut serta dalam acara memorial untuk menyampaikan penghormatan kepada Ginsburg. "Saya rasa merupakan hal penting untuk menghormati sosok seperti beliau." ucapnya, dilansir dari laman nypost, Sabtu 19 September 2020.
 
"Saya tersentuh saat melihat ada begitu banyak orang malam ini, yang datang untuk mengucapkan selama tinggal," sambung Berger.
 
Saat kabar kematian Ginsburg menghentak publik AS, Presiden Donald Trump sedang berkampanye di Minnesota. Tidak ada satu pun staf kepresidenan yang mengonfirmasikan kematian Ginsburg saat Trump sedang berkampanye.
 
Trump baru merespons mengenai kematian Ginsburg saat ditanya awak media, sesaat sebelum menaiki pesawat Air Force One. "Dia (Ginsburg) meninggal? Saya tidak tahu itu. Dia telah menjalani kehidupan yang luar biasa, apa lagi yang bisa dikatakan mengenai beliau?" sebut Trump.
 
"Terlepas dari apakah Anda setuju atau tidak, dia telah menjalani kehidupan yang luar biasa," sambungnya.
 
Senat AS yang dikuasai Partai Republik mengaku akan mendukung penuh siapapun kandidat pengganti Ginsburg yang dipilih Trump.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif