Asap hitam dari bangunan yang di Lviv, Ukraina yang diserang Rusia. Foto: AFP
Asap hitam dari bangunan yang di Lviv, Ukraina yang diserang Rusia. Foto: AFP

Polisi Inggris Terima Rujukan Kejahatan Perang Terkait Konflik Ukraina

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Fajar Nugraha • 22 April 2022 19:07
London: Polisi Inggris pada Jumat 22 April 2022 mengatakan, mereka telah menerima sekitar 50 rujukan yang berkaitan dengan dugaan kejahatan perang terkait dengan konflik Ukraina. Bukti itu untuk mendukung penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
 
Rujukan telah diterima dari seluruh Inggris, dan sebagian besar terkait dengan apa yang tampaknya merupakan serangan terhadap warga sipil sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, kata Tim Kejahatan Perang Polisi Metropolitan, yang merupakan bagian dari Komando Kontra Terorisme.
 
"Sejak dimulainya aktivitas militer baru-baru ini pada bulan Februari, petugas kami telah secara proaktif terlibat dengan komunitas Ukraina di Inggris," kata Dominic Murphy, kepala operasi untuk Komando Kontra Terorisme Met, seperti dikutip AFP, Jumat 22 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami memiliki sekitar 50 rujukan dan kami memperkirakan jumlah itu akan bertambah selama beberapa minggu mendatang karena semakin banyak orang yang melarikan diri dari Ukraina tiba di sini di Inggris,” ungkapnya.
 
"Saya juga akan meminta setiap rumah tangga di seluruh negeri yang secara sukarela menerima orang Ukraina jika Anda melakukan kontak dengan siapa pun yang mungkin menjadi saksi, atau korban kemungkinan kejahatan perang, maka Anda mendorong mereka untuk menghubungi kami,” imbuh Murphy.
 
Tim Kejahatan Perang bertanggung jawab untuk melakukan penyelidikan Inggris tentang kejahatan perang dan meminta siapa saja yang mungkin memiliki bukti langsung pelanggaran di Ukraina mulai November 2013 hingga hadir untuk melapor.
 
Bukti yang dikumpulkan oleh unit kemudian dapat dibagikan dengan ICC untuk membantu penyelidikan mereka yang sedang berlangsung.
 
Tim Kejahatan Perang meluncurkan permintaan informasi pada  4 Maret, segera setelah kepala jaksa ICC mengumumkan penyelidikan "aktif" terhadap kemungkinan kejahatan perang di Ukraina.
 
Tanda-tanda digital telah dipasang di bandara, stasiun kereta api, dan pelabuhan Inggris, meminta siapa saja yang "mungkin telah menyaksikan atau menjadi korban dari kemungkinan kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan" untuk menghubungi polisi.
 
Polisi telah meminta bukti foto atau video untuk diserahkan, sejak 21 November 2013 dan menjelang pencaplokan Krimea oleh Rusia.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif