Olaf Scholz pimpin SPD memenangkan pemilu Jerman. Foto: AFP
Olaf Scholz pimpin SPD memenangkan pemilu Jerman. Foto: AFP

Olaf Scholz Akan Bentuk Koalisi Demi Menjadi Kanselir Jerman

Internasional politik jerman jerman Pemilu Jerman Olaf Scholz
Fajar Nugraha • 28 September 2021 16:03
Berlin: Partai Sosial Demokrat (SPD) Jerman mengatakan mereka akan memulai proses mencoba untuk membentuk koalisi tiga arah dan memimpin pemerintahan untuk pertama kalinya sejak 2005. Ini dilakukan setelah mereka menang tipis dalam pemilihan umum pada Minggu.
 
Kandidat kanselir dari SPD, Olaf Scholz mengatakan, dia akan berupaya untuk membangun koalisi dengan Partai Hijau dan kelompok liberal, Free Democratic Party (FDP). Scholz menambahkan, Jerman telah memilih untuk mengirim kubu konservatif yang identik dengan Angela Merkel dalam oposisi setelah 16 tahun berkuasa.
 
“Apa yang Anda lihat di sini adalah SPD yang sangat bahagia,” kata Scholz, 63, kepada para pendukung yang bersorak di markas partainya di Berlin, sambil memegang seikat bunga merah dan putih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Olaf Scholz Belum Terima Ucapan Selamat dari Kubu Angela Merkel.
 
"Para pemilih telah berbicara dengan sangat jelas. Mereka memperkuat tiga partai -,Sosial Demokrat, Hijau dan FDP,- dan oleh karena itu adalah mandat yang jelas yang diberikan warga negara ini. Ketiganya harus membentuk pemerintahan berikutnya,” imbuh Scholz seperti dikutip AFP, Selasa 28 September 2021.
 
SPD memenangkan 25,7 persen suara, mengungguli 24,1 persen untuk blok konservatif CDU/CSU pimpinan Merkel. Partai Hijau memiliki suara 14,8 persen dan FDP berada di 11,5 persen.
 
Pemulihan SPD menandai kebangkitan sementara partai-partai kiri-tengah di beberapa bagian Eropa, setelah terpilihnya Joe Biden dari Partai Demokrat sebagai presiden AS pada tahun 2020. Partai oposisi kiri-tengah Norwegia juga memenangkan pemilihan awal bulan ini.
 
Scholz, yang merupakan menteri keuangan dalam "koalisi besar" Merkel, mengatakan pada Minggu bahwa dia berharap untuk menyetujui koalisi sebelum Natal. Tetapi saingannya dari CDU/CSU Armin Laschet mengatakan, dia masih bisa mencoba membentuk pemerintahan meskipun memimpin kaum konservatif ke hasil pemilu terburuk mereka.
 
Merkel, yang tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima sebagai kanselir, akan tetap berperan sebagai juru kunci selama negosiasi koalisi yang akan menentukan arah masa depan ekonomi terbesar Eropa itu.
 
Partai Hijau dan FDP mengatakan pada Minggu malam bahwa mereka pertama-tama akan berbicara satu sama lain untuk mencari area kompromi sebelum memulai negosiasi dengan SPD atau konservatif.
 
Jika Scholz berhasil membentuk koalisi, mantan Wali Kota Hamburg itu akan menjadi kanselir SPD keempat pasca-Perang Dunia II dan yang pertama sejak Angela Merkel mengambil alih dari Gerhard Schroeder pada 2005.
 
Sementara nama Merkel telah berdiri besar di panggung Eropa sejak saat berkuasa. Dia berdiri bersama para pemimpin dunia ketika George W. Bush adalah Presiden AS, Jacques Chirac adalah pemimpin Prancis dan Tony Blair Perdana Menteri Inggris.
 
Tetapi sekutu Berlin di Eropa dan sekitarnya mungkin harus menunggu berbulan-bulan sebelum mereka dapat melihat bagaimana pemerintah Jerman yang baru akan terlibat dalam isu-isu internasional.
 
Dengan asumsi Scholz dapat menyetujui kesepakatan dengan Partai Hijau dan FDP, Partai Hijau dapat memiliki posisi menteri luar negeri, seperti yang mereka lakukan dengan Joschka Fischer dalam aliansi dua arah mereka sebelumnya dengan SPD. Sementara FDP menguasai kementerian keuangan.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif