Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: AFP

Putin Tegaskan Mobilisasi ke Ukraina Selama Oktober Telah Selesai

Fajar Nugraha • 08 November 2022 18:01
Moskow: Gelombang kedua mobilisasi dapat dimulai di Rusia pada musim dingin. Ini terlepas dari jaminan Kremlin bahwa mobilisasi telah selesai,  menurut outlet media Rusia, Verstka.
 
Melansir dari Yahoo News, Selasa, 8 November 2022 menyebutkan bahwa pihak berwenang Rusia, termasuk Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Presiden Vladimir Putin sendiri, mengumumkan pada akhir Oktober bahwa mobilisasi telah selesai. Menurut mereka, 300.000 orang telah direkrut menjadi tentara, dan tidak akan ada wajib militer baru.
 
Namun, keputusan mobilisasi tetap berlaku. Staf Umum Ukraina sebelumnya melaporkan bahwa mobilisasi rahasia masih berlangsung di Rusia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Kementerian Pertahanan Ukraina, Moskow sedang berjuang dengan mobilisasi, karena jumlah fasilitas, peralatan, dan instruktur militer yang tidak mencukupi.
 
Sementara itu Penasihat keamanan nasional utama Presiden AS Joe Biden telah terlibat dalam beberapa bulan terakhir dalam percakapan rahasia dengan para pembantu utama Presiden Rusia Vladimir Putin dalam upaya untuk mengurangi risiko konflik yang lebih luas atas Ukraina dan memperingatkan Moskow agar tidak menggunakan nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya. 
 
Para pejabat mengatakan bahwa penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan telah melakukan kontak dengan Yuri Ushakov, seorang penasihat kebijakan luar negeri untuk Putin. Sullivan juga telah berbicara dengan rekan langsungnya di pemerintah Rusia, Nikolai Patrushev, tambah para pejabat.
 
"Tujuannya adalah untuk menjaga dari risiko eskalasi dan menjaga saluran komunikasi tetap terbuka, dan tidak membahas penyelesaian perang di Ukraina," kata para pejabat, dikutip dari The Wall Street Journal.
 
Ditanya apakah Sullivan telah terlibat dalam percakapan yang dirahasiakan dengan Tuan Ushakov atau Patrushev, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Adrienne Watson mengatakan: "Orang-orang mengklaim banyak hal," dan menolak berkomentar lebih lanjut.
 
“Surat kabar Anglo-Saxon telah menerbitkan banyak tipuan,” pungkas juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin ketika ditanya tentang komunikasi yang dirahasiakan. (Mustafidhotul Ummah)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif