Warga sipil berjaan melewati seorang prajurit Rusia di kota Mariupol, Ukraina, 12 April 2022. (Alexander NEMENOV / AFP)
Warga sipil berjaan melewati seorang prajurit Rusia di kota Mariupol, Ukraina, 12 April 2022. (Alexander NEMENOV / AFP)

Seorang Tentara Rusia Sebut Pasukan Putin Tembaki Warga Sendiri

Internasional ukraina vladimir putin rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Medcom • 18 April 2022 14:40
Kiev: Intelijen Ukraina mengeklaim berhasil menyadap panggilan telepon, di mana terdengar suara seorang tentara Rusia yang mengatakan bahwa pasukan Presiden Vladimir Putin menembaki rakyatnya sendiri di Moskow.
 
Dinas Keamanan Ukraina merilis rekaman audio percakapan telepon tersebut pada Jumat, 15 April. Dalam rekaman terdengar suara laki-laki mengatakan bahwa pasukan Putin telah melepaskan tembakan di sebuah kota Rusia. Pria dalam panggilan itu merupakan tentara yang ditempatkan di Donetsk, Ukraina, dan tengah berbicara dengan istrinya di Rusia.
 
"Mereka-mereka ini adalah pahlawan kita," katanya kepada sang istri, dilansir dari Yahoo News, Senin, 18 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Penembakan) ini dilakukan untuk memprovokasi orang-orang Ukraina," katanya, menurut keterangan intel Ukraina.
 
Baca:  Putin Sebut Operasi Militer di Ukraina Perjuangan 'Mulia'
 
Tentara itu mengatakan bahwa pasukan Rusia membombardir Klimovo, sebuah kota Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Otoritas Klimovo menyalahkan Ukraina atas serangan tersebut.
 
Ukraina membantah keras tuduhan tersebut, dan menyebut pengeboman tersebut sebagai "upaya memicu histeria anti-Ukraina di Rusia," menurut laporan Radio Free Europe. Tentara Rusia itu membandingkan serangan di Klimovo dengan serangkaian pengeboman di apartemen Rusia pada 1999.
 
"Hal yang sama terjadi di perang Chechnya," ucapnya. "Apartemen-apartemen diledakkan di Moskow, seakan-akan  ... mereka adalah teroris," lanjut dia, merujuk pada serangan terbaru yang terdengar dalam penyadapan.
 
Invasi Rusia terhadap Ukraina, yang dimulai 24 Februari, telah membuat jutaan rakyat Ukraina meninggalkan negaranya. Hingga kini, lebih dari 4,8 juta penduduk Ukraina mengungsi sejak awal invasi, sebagaimana dilaporkan Badan Pengungsi PBB. Dalam seminggu pertama, lebih dari sejuta orang meninggalkan Ukraina.
 
Sebagian masyarakat Ukraina menyampaikan pengalaman kepada media Insider. Mereka mengaku pernah mendengar rudal ditembakkan saat tengah malam, atau harus berbagi pemakaian satu rompi anti peluru demi melindungi diri. Mereka juga mengaku pernah melihat pasukan Rusia menembaki hunian warga dan rumah sakit.
 
Intelijen Ukraina melalui laman Facebook menyebutkan bahwa panggilan telepon antara seorang tentara dengan istrinya yang sudah berhasil disadap itu menunjukkan Kremlin tidak hanya bersikap masa bodoh terhadap militernya, melainkan juga kepada warga sipil. (Kaylina Ivani)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif