Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

CDC Sebut Covid-19 Menular Melalui udara

Internasional amerika serikat Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 21 September 2020 23:09
Washington: Center for Desease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS) mengatakan, virus korona menyebar di udara dan disebarkan oleh aerosol. CDC memperingatkan tentang ruangan yang memiliki ventilasi buruk bisa memberikan ancaman baru.
 
Selama berbulan-bulan, para ilmuwan dan ahli kesehatan masyarakat telah memperingatkan semakin banyak bukti bahwa virus korona (covid-19) menyebar melalui udara. Virus ini ditularkan melalui tetesan kecil yang disebut aerosol yang bertahan di udara lebih lama daripada gumpalan yang lebih besar yang berasal dari batuk atau bersin.
 
CDC baru-baru ini mengubah pedoman resminya untuk mencatat bahwa “aerosol dianggap sebagai medium utama penyebaran virus”. Mereka memperingatkan bahwa ruangan dalam ruangan yang berventilasi buruk sangat berbahaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ada bukti yang berkembang bahwa tetesan dan partikel di udara dapat tetap tersuspensi di udara dan dihirup oleh orang lain, dan menempuh jarak lebih dari sekitar 1,5 meter (misalnya, selama latihan paduan suara, di restoran, atau di kelas kebugaran),” kata pernyataan CDC, seperti dikutip The Washington Post, Senin 21 September 2020.
 
"Secara umum, lingkungan dalam ruangan tanpa ventilasi yang baik meningkatkan risiko penularan covid-19," imbuh pernyataan itu.
 
Sementara CDC belum menyerukan tindakan baru untuk mengatasi ancaman udara dari virus yang kini telah menewaskan hampir 200.000 orang Amerika. Para ahli mengatakan, perubahan itu akan membantu mengubah kebijakan dan perilaku publik.
 
"Ini adalah perubahan besar," Jose-Luis Jimenez, seorang profesor kimia di Universitas Colorado di Boulder yang mempelajari bagaimana aerosol menyebarkan virus, mengatakan kepada The Washington Post.
 
"Ini adalah hal yang baik, jika kita dapat mengurangi penularan karena lebih banyak orang memahami bagaimana penyebarannya dan tahu apa yang harus dilakukan untuk menghentikannya," tegas Jimenez.
 
Tetapi perubahan itu tidak diketahui secara luas sampai laporan CNN pada Minggu. Di mana badan pengawas penyakit dan pandemi AS tersebut sebelumnya memperingatkan bahwa virus sebagian besar menyebar melalui tetesan besar yang ditemui dari jarak dekat. “Sekarang mereka menegaskan partikel kecil, seperti yang ada di aerosol sebagai vektor yang paling umum," sebut Jimenez.
 
“Partikel-partikel ini dapat terhirup ke dalam hidung, mulut, saluran udara, dan paru-paru dan menyebabkan infeksi. Ini dianggap sebagai cara utama penyebaran virus,” kata pedoman tersebut.
 
Tetapi para peneliti sudah lama menduga bahwa virus dapat menyebar lebih jauh, terutama di dalam ruangan dan di tempat-tempat orang berbicara dengan suara keras atau bernyanyi. Salah satu kasus terkenal, satu orang yang terinfeksi pada Maret tanpa sadar menularkan virus korona ke 52 orang lainnya di sebuah latihan paduan suara di negara bagian Washington. Peristiwa penyebaran luas dalam ruangan, serupa menambah bobot pada dugaan ancaman penularan melalui udara.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui ancaman aerosol pada Juli, setelah ratusan ilmuwan mendesak badan internasional tersebut untuk mengatasi penyebaran udara. Tidak jelas mengapa CDC akhirnya mengikuti. Jimenez mengatakan, pejabat tinggi CDC masih memperdebatkan secara terbuka penularan melalui udara sebagai vektor utama baru-baru ini hingga akhir Agustus.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif