Dokter Jerman mengambil sampel warga untuk diambil tes virus korona. Foto: AFP
Dokter Jerman mengambil sampel warga untuk diambil tes virus korona. Foto: AFP

Ilmuwan Jerman Kembangkan Antibodi untuk Lawan Virus Korona

Internasional Virus Korona jerman Coronavirus vaksin
Arpan Rahman • 30 Maret 2020 17:48
Berlin: Para peneliti ingin mengumpulkan dokumen warga negara yang tidak berisiko tertular virus korona covid-19. Para ilmuwan di Jerman sekarang menggunakan antibodi mereka yang pernah terinfeksi virus korona dan sembuh.
 
Tim berencana untuk menguji 100.000 orang secara bersamaan. Mereka menerbitkan dokumentasi bagi yang telah membangun kekebalan.
 
Temuan itu kemudian akan membantu para ahli menilai bagaimana dan kapan lockdown akan berakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para peneliti akan menggunakan data ketika mereka memberi tahu pemerintah mengenai kepastian sekolah akan dibuka kembali. Termasuk juga diizinkan lagi berkumpulnya warga.
 
Pusat Penelitian Infeksi Helmholtz di Braunschweig mengawasi proyek ini. Para peneliti akan melakukan tes darah selama beberapa pekan ke depan untuk mencari antibodi yang diproduksi pada pembawa penyakit.
 
"Mereka yang kebal kemudian dapat diberikan sertifikat vaksinasi yang akan memungkinkan mereka dibebaskan dari segala pembatasan (lockdown) pada pekerjaan mereka," kata ahli epidemiologi terkemuka proyek Gerard Krause, disiarkan dari Express, Senin, 30 Maret 2020.
 
Tes-tes ini juga akan menawarkan pandangan yang lebih jelas pada berapa banyak orang di Jerman yang terinfeksi virus korona.
 
Berita itu muncul ketika antisipasi pemerintahan Kanselir Jerman Angela Merkel tentang pandemi telah meningkatkan peringkat jajak pendapat. Merkel memerintahkan melarang semua acara publik dengan kerumunan yang diperkirakan lebih dari 1.000 orang pada awal bulan ini.
 
Merkel mengatakan, para ahli kesehatan memperkirakan hingga 70 persen dari populasi dapat terinfeksi oleh virus yang berpotensi mematikan ini. Dirinyaa bersikeras memperkenalkan langkah-langkah memperlambat penyebarannya sangat penting.
 
"Anda harus memahami bahwa jika virus ada di sana, dan populasi belum memiliki kekebalan terhadap virus ini, tidak ada vaksin dan tidak ada terapi sejauh ini. Persentase yang tinggi -,para ahli mengatakan 60 untuk 70 persen,- dari populasi akan terinfeksi,” tegas Merkel.
 
“Prioritasnya adalah memperlambat penyebaran penyakit. Jadi semua tindakan yang kita ambil adalah yang paling penting karena memberi kita waktu tidak sia-sia,” imbuhnya.
 
Merkel berjanji untuk melakukan apa yang diperlukan untuk melawan dampak virus korona dan itu akan terjadi dalam perjanjian dengan mitra Eropa. "Pesannya harus: kita akan melakukan apa yang diperlukan sebagai negara, dan itu juga bersama dengan Eropa,” jelasnya.
 
Kanselir Jerman menolak untuk membatasi dana ketika berhadapan dengan krisis. "Kita akan melakukan apa yang kita butuhkan untuk melewati ini dan kemudian pada akhirnya kita akan melihat apa artinya bagi anggaran kita," pungkasnya.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif