Kepala Urusan Darurat WHO, Dr Mike Ryan. (AFP)
Kepala Urusan Darurat WHO, Dr Mike Ryan. (AFP)

WHO Prediksi Dua Juta Kematian akibat Covid-19

Internasional Virus Korona vaksin covid-19
Willy Haryono • 26 September 2020 09:12
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi angka kematian akibat virus korona (covid-19) di kancah global dapat menyentuh mencapai dua juta. Angka tersebut dapat tercapai sebelum vaksin efektif covid-19 digunakan secara luas oleh masyarakat dunia.
 
Kepala Urusan Darurat WHO, Dr Mike Ryan, mengatakan bahwa angkanya bisa jauh lebih tinggi jika tidak ada upaya terpadu dari komunitas internasional.
 
Saat ditanya apakah angka dua juta kematian akan terjadi sebelum vaksin covid-19 diterima secara luas oleh masyarakat, Ryan menjawan: "Itu bukan sesuatu yang mustahil."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menilai membaiknya perawatan pasien dan bahkan munculnya vaksin efektif covid-19 suatu hari nanti, kemungkinan belum akan cukup untuk mencegah jumlah kematian menyentuh angka dua juta.
 
"Apakah kita siap melakukan segala cara untuk menghindari angka tersebut?" tanya Ryan, yang menyerukan negara-negara global untuk berusaha maksimal dalam mengendalikan covid-19.
 
"Jika kita tidak berusaha bersama, maka angka tersebut bukan hanya khayalan, tapi sayangnya, sangat bisa menjadi kenyataan," lanjut dia, dilansir dari laman BBC, Sabtu 26 September 2020.
 
Berdasarkan data terbaru Johns Hopkins University pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 32 juta dengan 987 ribu lebih kematian dan 22.374.557 pasien sembuh.
 
Kemunculan gelombang kedua covid-19 telah terlihat di banyak negara di belahan Bumi utara seiring mendekatnya musim dingin. Sejauh ini, tiga negara teratas dengan kasus covid-19 tertinggi adalah AS, India, dan Brasil.
 
Namun dalam beberapa hari terakhir, terjadi lonjakan kasus covid-19 di seantero Eropa. Hal ini memicu peringatan akan diberlakukannya kembali penguncian wilayah (lockdown) seperti yang sudah diterapkan di gelombang pertama.
 
"Secara keseluruhan di benua yang sangat besar itu, kami melihat adanya lonjakan kasus," tutur Ryan, merujuk pada Eropa.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif