Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengenakan masker dalam salah satu acara di tengah pandemi covid-19. (Foto: AFP/Sergio LIMA)
Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengenakan masker dalam salah satu acara di tengah pandemi covid-19. (Foto: AFP/Sergio LIMA)

Kasus Covid-19 di Brasil Tertinggi Kedua setelah AS

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 23 Mei 2020 10:01
Brasilia: Brasil mengonfirmasi lebih dari 330 ribu kasus virus korona (covid-19) pada Jumat 22 Mei, yang menjadikannya negara dengan angka infeksi tertinggi kedua di dunia. Brasil telah melewati Rusia, dan kini berada satu tingkat di bawah Amerika Serikat.
 
Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu 23 Mei 2020, bertenggernya Brasil di posisi dua besar terjadi saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Amerika Selatan sebagai "episentrum baru" covid-19. Direktur Urusan Darurat WHO, Dr Mike Ryan, mengaku paling khawatir terhadap Brasil.
 
"Amerika Selatan kini telah menjadi episentrum baru bagi penyakit (covid-19). Ada banyak negara di Amerika Selatan yang jumlah kasusnya terus meningkat," kata Ryan dalam sebuah konferensi virtual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu saja ada kekhawatiran di banyak negara tersebut, namun yang paling parah saat ini adalah Brasil," sambungnya.
 
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di Brasil berada di angka 330.890 dengan 21.048 kematian dan 135.430 pasien sembuh. Ada kekhawatiran angka sebenarnya dari kasus dan kematian akibat covid-19 di Brasil jauh lebih tinggi lagi, karena kapasitas tes di negara tersebut relatif rendah.
 
Menurut data Kementerian Kesehatan Brasil, angka kematian akibat covid-19 di negara tersebut melonjak dua kali lipat dalam 11 hari terakhir. "Mayoritas kasus berasal dari daerah Sao Paulo," sebut Ryan.
 
"Namun dalam rata-rata angka infeksi, yang tertinggi ada di wilayah Amazonas: sekitar 490 infeksi per 100 ribu populasi," lanjutnya, merujuk pada salah satu negara bagian di Brasil.
 
Kemenkes Brasil telah merekomendasikan penggunaan obat jenis klorokuin dan hidroksiklorokuin untuk mengobati pasien covid-19. Presiden Brasil Jair Bolsonaro terus mendorong penggunaan obat tersebut, meski belum ada bukti konklusif mengenai tingkat efektivitasnya.
 
Sebuah analisis di jurnal medis The Lancet menemukan fakta bahwa pasien yang diberi kedua obat tersebut memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding mereka yang tidak mendapatkannya.
 
Ryan menekankan bahwa klorokuin dan hidroksiklorokuin belum terbukti efektif dalam pengobatan covid-19.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif