Ilustrasi vaksin eksperimental covid-19. (AFP)
Ilustrasi vaksin eksperimental covid-19. (AFP)

Inggris Ingin Jadi yang Pertama Gunakan Vaksin Pfizer

Internasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19
Willy Haryono • 29 November 2020 12:41
London: Inggris diyakini akan menjadi negara pertama yang meloloskan penggunaan vaksin virus korona (covid-19) buatan perusahaan Pfizer dan BioNTech untuk masyarakat luas. Menurut seorang sumber yang menolak disebutkan identitasnya, izin penggunaan vaksin Pfizer di Inggris paling cepat keluar pada awal pekan depan.
 
Sebelumnya, Inggris sudah sejak lama mengisyaratkan dapat bergerak cepat terkait kandidat vaksin covid-19. Rusia dan Tiongkok sudah meloloskan vaksin untuk penggunaan umum, namun vaksin di kedua negara tersebut belum dapat diadopsi di Eropa dan Amerika Serikat.
 
Dilansir dari laman The Japan Times pada Minggu, 29 November 2020, jajaran dokter di Inggris sudah diminta untuk bersiaga penuh mengenai kemungkinan dirilisnya vaksin covid-19 sebelum Hari Raya Natal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agensi Regulator Produk Kesehatan dan Medis Inggris (MHRA) mengaku sudah memiliki data yang dibutuhkan untuk menilai apakah vaksin Pfizer sudah memenuhi standar atau belum. MHRA berjanji akan segera membuat keputusan secepat mungkin tanpa mengesampingkan ulasan mendalam" mengenai vaksin Pfizer.
 
Pfizer telah mengatakan bahwa vaksin yang dikembangkan bersama BioNTech telah memperlihatkan tingkat efektivitas hingga 95 persen dari uji klinis terhadap hampir 44 ribu orang. Sejauh ini, tidak ada efek samping mengkhawatirkan dari vaksin Pfizer.
 
Baca:  Pfizer Ajukan Proposal Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19
 
Menurut laporan Financial Times sebelumnya, injeksi pertama vaksin Pfizer diperkirakan dimulai pada 7 Desember.
 
Pfizer-BioNTech telah melaju ke baris terdepan dalam perlombaan mengembangkan vaksin covid-19, setelah sempat tertinggal dari beberapa pengembang lainnya seperti AstraZeneca dan University of Oxford.
 
Selain Pfizer, vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan University of Oxford, serta buatan Moderna juga telah memperlihatkan tingkat efektivitas di atas 90 persen.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif