WHO tidak sarankan Remdevisir untuk obat penanangan covid-19. Foto: AFP
WHO tidak sarankan Remdevisir untuk obat penanangan covid-19. Foto: AFP

WHO Sarankan Tak Pakai Remdevisir untuk Obat Covid-19

Internasional Virus Korona WHO covid-19
Marcheilla Ariesta • 20 November 2020 16:22
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar obat remdevisir tidak digunakan untuk obati pasien virus korona (covid-19), bahkan jika pasien tersebut dalam kondisi parah. Menurut WHO, obat itu tidak memiliki efek terhadap peluang bertahan hidup para pasien covid-19.
 
Saran WHO ini didasarkan empat uji coba internasional secara acak di antara lebih dari 7.000 pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit.
 
"Penggunaan remdevisir sebaiknya tidak diberikan sebagai pengobatan pasien covid-19," kata mereka dilansir dari AFP, Jumat, 20 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain karena efektivitasnya, saran ini disampaikan berdasarkan segi biaya dan metode pengirimannya juga. Meski demikian, imbuh mereka, bukan berarti remdevisir tidak bermanfaat bagi pasien.
 
Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara lain telah memberikan persetujuan sementara untuk penggunaan remdesivir, setelah penelitian awal menunjukkan obat itu dapat mempersingkat waktu pemulihan pada beberapa pasien covid-19. Bahkan, Presiden AS, Donald Trump menggunakan remdevisir di antara pengobatan yang ia terima saat dinyatakan positif covid-19.
 
Bulan lalu, produsen Gilead mengatakan penjualan remdesivir telah meningkatkan penjualan di kuartal ketiga 2020 dengan hampir USD900 juta (sekitar Rp12,7 triliun).
 
Remdevisir dikembangkan sebagai pengobatan untuk virus Ebola. Namun, dalam sebuah laporan penelitian, obat itu disebut dapat mengurangi waktu rawat inap pasien covid-19 di rumah sakit.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif