Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat berada di Jenewa pada 3 Juli 2020. (Fabrice COFFRINI / POOL / AFP)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat berada di Jenewa pada 3 Juli 2020. (Fabrice COFFRINI / POOL / AFP)

WHO: Tunda Vaksinasi Anak dan Donasikan Vaksin ke Negara Miskin

Internasional WHO covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 COVAX Vaksin Slank untuk Indonesia
Willy Haryono • 15 Mei 2021 14:47
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan negara-negara kaya untuk menunda vaksinasi Covid-19 di kalangan anak-anak dan memberikan pasokan vaksin tersebut ke sejumlah negara yang membutuhkan. WHO mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 di tahun kedua ini berpotensi lebih mematikan dari tahun sebelumnya.
 
"Di beberapa negara kaya, yang telah membeli banyak pasokan vaksin, grup berisiko rendah mulai divaksinasi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada awak media dari Jenewa.
 
"Saya memahami mengapa ada beberapa negara yang ingin memvaksinasi anak-anak serta remaja. Tapi saat ini saya meminta mereka untuk mempertimbangkannya kembali, dan justru mendonasikan vaksin-vaksin itu ke COVAX," sambungnya, dikutip dari laman Euronews pada Sabtu, 15 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Efektif untuk Usia 12-15 Tahun
 
COVAX merujuk pada skema berbagi vaksin Covid-19 yang diinisiasi WHO bersama sejumlah mitranya. Tujuan dari COVAX adalah memvaksinasi 20 persen populasi dari 92 negara berpenghasilan sedang hingga rendah sebelum akhir 2021.
 
Sejauh ini hanya 0,3 persen dari total vaksin Covid-19 di dunia yang diterima negara-negara berpenghasilan rendah. Hingga 12 Mei, sekitar 59 juta dosis vaksin Covid-19 telah didonasikan COVAX ke sejumlah negara yang membutuhkan.
 
Sebuah kajian independen mengenai pandemi Covid-19 menyimpulkan bahwa untuk mengatasi krisis global ini, negara-negara kaya perlu mendonasikan sekitar satu miliar dosis ke negara-negara miskin sebelum 1 September.
 
Menurut Our World in Data, sekitar 30 persen dari 1,26 miliar orang di negara-negara kaya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Bertolak belakang, angkanya hanya 0,35 persen di negara-negara miskin dan 5,75 persen di negara berpenghasilan menengah.
 
Vaksinasi anak berusia 12 hingga 15 tahun sudah disetujui otoritas Kanada serta AS. Agensi Obat-obatan Eropa juga telah meluncurkan kajian, dan diyakini akan mendukung vaksinasi anak-anak pada pertengahan Juni.
 
WHO menekankan bahwa di negara-negara penghasilan sedang dan rendah, pasokan vaksin yang tersedia bahkan tidak cukup untuk memvaksinasi tenaga kesehatan. Selama ini, WHO mendorong agar vaksin Covid-19 diprioritaskan ke kelompok-kelompok rentan seperti orang lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Vaksin Slank untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif