Paus Fransiskus dukung pernikahan sejenis dalam catatan sipil. Foto: AFP
Paus Fransiskus dukung pernikahan sejenis dalam catatan sipil. Foto: AFP

Paus Fransiskus Suarakan Dukungan untuk Pernikahan Sesama Jenis

Internasional paus fransiskus homoseksual vatikan
Fajar Nugraha • 22 Oktober 2020 13:18
Roma: Paus Fransiskus menyatakan dukungan untuk pernikahan sesama jenis yang tercatat dalam pernikahan sipil. Sikap tersebut merupakan perubahan signifikan dari pendahulunya yang mempertaruhkan landasan baru bagi gereja dalam pengakuannya terhadap komunitas gay.
 
Pernyataan yang muncul dari pemimpin Gereja Katolik Roma, berpotensi untuk mengalihkan perdebatan tentang status hukum pasangan sesama jenis di negara-negara di seluruh dunia. Tentunya menambah kekhawatiran para uskup yang gelisah dengan pernikahan sejenis yang. Bagi mereka dukungan tersebut mengancam apa yang dianggap gereja sebagai pernikahan tradisional, antara satu pria dan satu wanita.
 
“Yang harus kita buat adalah undang-undang pernikahan sipil. Dengan begitu mereka dilindungi hukum," kata Paus Fransiskus, dalam film dokumenter ‘Francesco’, yang memulai debutnya di Festival Film Roma.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Gay adalah anak-anak Tuhan. Aku membela itu,” ungkap Paus Fransiskus, dalam film itu, menegaskan kembali dukungannya dengan komunitas gay, seperti dikutip The New York Times, Kamis 22 Oktober 2020.
 
Banyak umat Katolik gay dan sekutu mereka di luar gereja menyambut baik pernyataan paus, meskipun penentangan Paus Fransiskus terhadap pernikahan gay di dalam gereja tetap mutlak.
 
Kritikus konservatifnya dalam hierarki gereja, dan terutama di sayap konservatif gereja di Amerika Serikat, yang selama bertahun-tahun menuduhnya menipiskan doktrin gereja, melihat pernyataan itu sebagai pembalikan dari ajaran gereja.
 
“Pernyataan Paus jelas bertentangan dengan ajaran lama gereja tentang persatuan sesama jenis,” tegas Uskup Thomas Tobin dari Providence, menambahkan bahwa pernyataan itu perlu diklarifikasi.
 
Tidak diragukan lagi bahwa Fransiskus, yang direkam di depan kamera, membuat pernyataan itu selama masa kepausannya. Tetapi ada kebingungan pada Rabu tentang kapan dia mengatakannya dan kepada siapa. Sementara Vatikan menganggapnya sebagai berita lama.
 
Paus Fransiskus memiliki kecenderungan untuk membuat pernyataan publik yang tidak langsung, suatu sifat yang membuat marah baik pendukung maupun kritikus. Komentar yang ditampilkan dalam film tersebut kemungkinan besar akan menghasilkan jenis diskusi yang Paus telah berulang kali berusaha untuk mengembangkan isu-isu yang pernah dianggap terlarang dalam perang budaya gereja.

Mengubah nada gereja

Paus Fransiskus telah secara drastis mengubah nada gereja tentang pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan homoseksualitas. Tetapi dia telah melakukan sedikit kebijakan dan tidak mengubah pengajaran untuk sebuah gereja yang melihat pertumbuhannya di masa depan di belahan bumi selatan, di mana hierarki klerikal umumnya kurang toleran terhadap homoseksualitas.
 
“Pernyataan itu sama sekali tidak mempengaruhi doktrin,” Pendeta Antonio Spadaro, seorang tokoh Yesuit dan sekutu dekat Paus Fransiskus mengatakan kepada saluran televisi konferensi uskup Italia pada Rabu 21 Oktober 2020.
 
Pernyataan dalam dokumenter itu sesuai dengan dukungan umum Fransiskus untuk komunitas gay, tetapi mungkin yang paling spesifik dan menonjol tentang masalah pernikahan secara sipil, yang bahkan diizinkan oleh negara Katolik tradisional seperti Italia, Irlandia dan Argentina dalam beberapa tahun terakhir.
 
Sutradara film dokumenter tersebut, Evgeny Afineevsky, mengatakan kepada The New York Times bahwa Fransiskus telah membuat pernyataan langsung kepadanya untuk film tersebut. Namun Afineevksy tidak menjawab pertanyaan tentang kapan pernyataan itu dibuat oleh Paus.
 
Vatikan dan sekutu Fransiskus secara terbuka meragukan anggapan bahwa paus mengatakan pernyataan itu kepada Afineevsky, menegaskan bahwa Paus malah menyampaikannya kepada seorang jurnalis Meksiko, Valentina Alazraki, dalam sebuah wawancara di Vatikan pada Mei 2019. Sebelumnya pada Rabu 21 Oktober, Alazraki telah mengatakan kepada The Times bahwa dia tidak ingat Paus membuat komentar semacam itu kepadanya.

Gay adalah anak Tuhan

Pada tahun 2010, saat Argentina hampir menyetujui pernikahan gay. Fransiskus, yang saat itu menjadi Uskup Agung Kardinal Buenos Aires, mendukung gagasan pernikahan sipil untuk pasangan gay.
 
Sebagai Paus pada 2014, dia mengatakan kepada Corriere della Sera, surat kabar terbesar di Italia, bahwa negara-negara yang melegalkan serikat sipil melakukannya sebagian besar untuk memberikan hak hukum dan tunjangan perawatan kesehatan kepada pasangan sesama jenis dan bahwa dia tidak dapat mengungkapkan posisi tertutup.
 
“Kalian harus melihat kasus-kasus yang berbeda dan mengevaluasinya dalam ragamnya,” ujar Paus menambahkan.
 
Tetapi pernyataan Fransiskus dalam film dokumenter itu, yang secara eksplisit mendukung pernikahan sipil sebagai paus dan di depan kamera, memiliki potensi dampak yang jauh lebih besar pada perdebatan tentang pengakuan pasangan gay oleh gereja.
 
"Kaum homoseksual berhak menjadi bagian dari keluarga," kata Francis di bagian lain dalam dokumenter itu.
 
''Mereka adalah anak-anak Tuhan dan memiliki hak untuk berkeluarga. Tidak ada yang harus dibuang, atau dibuat sengsara karenanya,” tegas Paus.
 
Ajaran gereja tidak menganggap menjadi gay sebagai dosa, tetapi menganggap tindakan homoseksual sebagai ‘tidak teratur secara intrinsik’. Lebih luas doktrin gereja berpendapat bahwa orientasi homoseksual ‘tidak teratur secara obyektif’.
 
Doktrin Gereja juga secara eksplisit menyatakan bahwa pernikahan adalah antara seorang pria dan seorang wanita, sebuah ajaran yang didukung dengan teguh oleh Paus Fransiskus.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif