Penutupan masjid di Paris. Foto: AFP.
Penutupan masjid di Paris. Foto: AFP.

Prancis akan Tutup Masjid di Paris

Internasional paris hilton prancis
Marcheilla Ariesta • 20 Oktober 2020 21:19
Paris: Pihak berwenang Prancis mengatakan akan menutup masjid di Paris sebagai bagian dari tindakan keras terhadap Islam radikal. Langkah ini diambil usai seorang guru sejarah, Samuel Paty, dipenggal muridnya usai menunjukkan kartun Nabi Muhammad.
 
Masjid di pinggiran kota padat penduduk di timur laut Paris telah menyebarkan video di halaman Facebook mereka dan mencerca pilihan materi Paty untuk diskusi mengenai kebebasan berekspresi.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 20 Oktober 2020, Kementerian Dalam Negeri mengatakan masjid di Pantin, yang memiliki 1.500 jemaah akan ditutup sejak Rabu malam selama enam bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak akan ada jeda satu menit pun bagi musuh-musuh kita," sumpah Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin.
 
Baca: Polisi Prancis Tahan 15 Orang Terkait Pemenggalan Guru
 
Ia meminta otoritas regional untuk melakukan penutupan masjid.
 
Penegak hukum telah melakukan 40 penggerebekan komunitas Islam pada Senin kemarin. Sebagian besar dilakukan sekitar Paris.
 
Darmanin mengatakan pemerintah akan memperketat cengkraman mereka pada lembaga dan badan amal yang dicurigai memiliki hubungan dengan jaringan ekstremis.
 
Samuel Paty, 47, merupakan seorang guru sejarah yang mengajar di sekolah menengah pertama di Conflans-Saninte-Honorine, 40 kilometer barat laut Paris.
 
Seorang saksi mata mengatakan dia berada di dekat tempat kejadian ketika serangan 'barbar' terjadi dan berlindung bersama anak-anaknya.
 
"Kami tidak tahu apa yang terjadi. Di depan rumah kami ada seorang pria yang dipenggal," katanya.
 
Ia mengatakan penyerang mengambil gambar Paty. Foto sang guru dan pesan pengakuan pembunuhan ditemukan di ponsel pelaku, Abdullakh Anzorov.
 
Anzorov tiba di Prancis bersama keluarganya dari Chechnya, yang mayoritas Muslim. Empat anggota keluarga pelaku, termasuk di antara mereka yang ditahan.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif