Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken dan Penasihat Negara sekaligus Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi. Foto: AFP
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken dan Penasihat Negara sekaligus Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi. Foto: AFP

AS dan Tiongkok Bersatu Meredakan Krisis Ukraina

Internasional Amerika Serikat ukraina Tiongkok rusia Rusia-Ukraina
Yogi Bayu Aji • 28 Januari 2022 03:33
Washington: Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok bersatu membahas meningkatnya ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Kedua negara menekankan perlunya langkah-langkah untuk meredakan situasi yang makin bergejolak.
 
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken menggarisbawahi isu ini dalam percakapannya dengan Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi. 
 
“Risiko keamanan dan ekonomi global yang ditimbulkan oleh agresi Rusia lebih lanjut terhadap Ukraina," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan singkat mengenai pernyataan kedua menlu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Deeskalasi dan diplomasi adalah cara yang bertanggung jawab ke depan,” tambah Blinken seperti dikutip AFP, Jumat 28 Januari 2022.
 
Baca: AS Tolak Permintaan Rusia untuk Larang Ukraina Gabung NATO
 
Keduanya juga membahas bagaimana memajukan kerja sama setelah pertemuan virtual antara Presiden AS Joe Biden dan mitranya dari China Xi Jinping pada November 2021.
 
Menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Menlu Wang mengatakan kepada Blinken bila mentalitas Perang Dingin perlu ditinggalkan.
 
“Untuk menyelesaikan masalah Ukraina, masih perlu untuk kembali ke titik awal Perjanjian Minsk Baru. Itu adalah dokumen politik mendasar yang diakui oleh semua pihak dan harus diterapkan secara efektif,” kata Wang.
 
“Kami menyerukan semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri dari melakukan hal-hal yang merangsang ketegangan dan meningkatkan krisis,” imbuh Wang.
 
“Keamanan satu negara tidak dapat mengorbankan keamanan negara lain, dan keamanan regional tidak dapat dijamin dengan memperkuat atau bahkan memperluas blok militer,” tegas Wang.
 
Dia mendesak Blinken untuk membentuk mekanisme keamanan Eropa yang seimbang, efektif dan berkelanjutan melalui negosiasi sehingga masalah keamanan Rusia harus ditanggapi dengan serius dan diselesaikan.

Kebijakan AS tak berubah


Selain isu Ukraina, kedua pejabat itu berbicara tentang ketegangan bilateral antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.
 
Wang menyesalkan pembicaraan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden tidak membawa perubahan signifikan dalam kebijakan Washington tentang Tiongkok.
 
“Menerapkan konsensus penting yang dicapai antara para pemimpin adalah tugas paling penting bagi kedua belah pihak,” tegas Wang.
 
Wang ingat Xi mengatakan kepada mitranya dari AS bila tiga prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan sangat penting untuk perkembangan hubungan Tiongkok-AS yang sehat.
 
“Tetapi apa yang dunia lihat adalah bahwa nada kebijakan AS terhadap Tiongkol tidak berubah secara substansial, dan pernyataan Presiden Biden belum dipraktikkan,” ujar dia.
 
“AS terus membuat kesalahan dalam kata-kata dan perbuatan terkait Tiongkok, menyebabkan guncangan baru pada hubungan antara kedua negara,” menurut Wang.
 
Wang menekankan tekanan hanya akan membuat rakyat Tiongkok lebih bersatu dan konfrontasi tidak dapat mencegah Tiongkok menjadi lebih kuat.
 
“Prioritas utama saat ini adalah AS harus berhenti mencampuri Olimpiade Musim Dingin Beijing, berhenti bermain kartu dengan api pada masalah Taiwan, dan berhenti menciptakan berbagai 'lingkaran kecil' anti-Tiongkok,” kata Wang kepada Blinken.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif