Ilustrasi vaksinasi. Foto: AFP.
Ilustrasi vaksinasi. Foto: AFP.

Inggris Batalkan Kontrak Pembelian 100 Juta Dosis Vaksin Valvena

Internasional Virus Korona Inggris pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Marcheilla Ariesta • 13 September 2021 18:37
London: Pemerintah Inggris membatalkan kontrak vaksin Covid-19 dengan perusahaan Prancis-Austria, Valneva. Padahal Inggris telah memesan 100 juta dosis vaksin dari perusahaan tersebut untuk pengiriman periode 2021-2022.
 
Sejauh ini, Inggris merupakan satu-satunya negara yang memesan vaksin dari Valvena, perusahaan yang memiliki fasilitas produksi di Livingstone, Skotlandia.
 
"Inggris menuduh perusahaan melanggar kewajiban berdasarkan Perjanjian Pasokan, tetapi kami menyangkalnya," kata Valvena dalam sebuah pernyataan, dilansir dari AFP, Senin, 13 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


London belum mengomentari kabar mengenai pembatalan ini.
 
Tidak seperti kebanyakan dosis vaksin Covid-19, Valvena menggunakan versi 'tidak aktif' dari virus tersebut untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam mengantisipasi Covid-19.
 
"Valvena bekerja tanpa lelah dalam upata terbaiknya untuk berkolaborasi dengan (pemerintah) Inggris, termasuk menginvestasikan sumber daya dan upaya untuk menanggapi permintaannya untuk vaksin turunan varian," imbuh mereka.
 
Baca juga: Inggris Batalkan Rencana Penerapan Paspor Vaksin
 
"Kami akan terus berkomitmen untuk pengembangan VLA2001 dan akan berkoordinasi dengan pelanggan potensial lain untuk memastikan bahwa vaksin kami dapat digunakan dalam perang melawan pandemi," jelas mereka.
 
Pihak perusahaan menegaskan kembali bahwa hasil Uji Tahap 3 akan tersedia di awal kuartal keempat. Mereka percaya persetujuan awal untuk VLA2001 dapat diberikan pada akhir 2021.
 
Menteri Kesehatan Skotlandia, Humza Yousaf, mengatakan bahwa keputusan mengakhiri kontrak jelas mengkhawatirkan bagi tenaga kerja lokal di Livingstone.
 
"Kami akan bekerja dengan perusahaan untuk mencari jaminan tentang masa depan fasilitas ini," serunya.
 
Sebelum pengumuman pembatalan, Pemerintah Inggris telah memesan lebih dari 535 juta dosis vaksin dari berbagai perusahaan. Jumlah vaksin yang paling banyak dihadirkan di Inggris adalah merek AstraZeneca.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif