Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (kiri) dan Direktur Program Darurat Kesehatan WHO Maria Van Kerkhove. (Foto: AFP)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (kiri) dan Direktur Program Darurat Kesehatan WHO Maria Van Kerkhove. (Foto: AFP)

WHO Siapkan Wadah Kolaboratif Berbagi Data Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 16 Mei 2020 09:17
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana meluncurkan sebuah wadah berbagi data terbuka dan kolaboratif seputar virus korona (covid-19). Nantinya, semua negara bisa berbagi dan juga memanfaatkan data-data terbaru dalam perang global melawan covid-19.
 
"Sejak awal pandemi, Presiden Kosta Rika Carlos Alvarado Quesada telah meminta saya untuk membuat semacam wadah teknologi kesehatan di bidang vaksin, obat-obatan, diagnostik, dan lainnya yang mungkin dapat digunakan untuk melawan covid-19," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual dari Jenewa, Jumat 15 Mei.
 
"WHO telah menerima proposal visioner ini," sambungnya, dilansir dari CGTN, Sabtu 16 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 4,5 juta dengan 307 ribu lebih kematian dan 1.636.306 pasien sembuh.
 
Selain mengenai wadah berbagi data, WHO juga membahas mengenai perkembangan riset pengobatan dan vaksin covid-19.
 
Direktur Program Darurat Kesehatan WHO Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa saat ini terdapat sejumlah vaksin potensial covid-19 yang sedang menjalani uji klinis. "Ada ratusan uji klinis yang sedang berlangsung saat ini," tutur Maria.
 
Menurut Maria, uji klinis memang memakan cukup banyak waktu karena para ilmuwan harus dapat mengevaluasi apakah obat-obatan atau vaksin terbaru ini dapat mencegah infeksi, dan apa saja efek sampingnya.
 
"Saat ini, WHO telah meluncurkan 'Uji Solidaritas,' sebuah uji klinis yang fokus terhadap obat-obatan dan terapi, untuk menentukan apakah aman dan efektif untuk menangani covid-19," ucap Maria.
 
Ia menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 2.500 pasien yang mendaftar untuk mengikuti uji klinis terkait covid-19.
 
"Membutuhkan cukup banyak waktu sebelum kita bisa mendapat jawaban penuh mengenai pengobatan mana saja yang terbukti efektif," pungkasnya.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif