NEWSTICKER
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: AFP)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: AFP)

Maduro Perintahkan Karantina Korona di 7 Wilayah Venezuela

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 16 Maret 2020 06:27
Caracas: Presiden Nicolas Maduro memerintahkan "karantina kolektif" untuk tujuh negara bagian, termasuk ibu kota Caracas, mulai hari ini, Senin 16 Maret 2020. Karantina bertujuan untuk menekan angka penyebaran virus korona covid-19.
 
Dikutip dari AFP, hampir semua aktivitas di tujuh negara bagian tersebut akan dihentikan mulai pukul Senin pukul 05.00 pagi waktu setempat. Beberapa kegiatan mendapat pengecualian, yakni distribusi makanan, layanan kesehatan, transportasi, dan keamanan.
 
"Ini bukan liburan kolektif. Ini adalah karantina kolektif yang harus didukung dengan disiplin sosial dan pengendalian diri," tutur Maduro dalam tayangan televisi. Ia menegaskan bahwa semua orang sebaiknya tetap berada di dalam rumah selama karantina kolektif berlangsung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebijakan terbaru di Venezuela diterapkan usai Maduro melarang semua penerbangan dari dan menuju Eropa, Kolombia, Panama, dan Republik Dominika. Maduro juga telah menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan universitas, serta membekukan berbagai ajang olahraga.
 
Hingga Minggu 15 Maret, Venezuela mencatat ada tambahan tujuh kasus covid-19, yang menjadikan totalnya saat ini mencapai 17. Maduro mengatakan karantina kolektif adalah "satu-satunya cara karena tidak ada opsi lain."
 
Maduro mengatakan berbagai kebijakannya terkait covid-19 terinsiprasi Tiongkok, salah satu mitra dagang terbesar Venezuela.
 
Tiongkok telah mengkarantina jutaan orang untuk menekan penyebaran covid-19, virus yang telah menginfeksi lebih dari 80 ribu warganya dan menewaskan 3.000 lebih pasien.
 
Namun sejak beberapa pekan terakhir, jumlah kasus baru dan kematian akibat korona di Tiongkok telah menurun drastis.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengapresiasi langkah Tiongkok dan mengonfirmasi tren penurunan kasus covid-19 di negara tersebut. WHO menyebut kini pusat pandemi covid-19 bukan lagi di Tiongkok, melainkan Eropa.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif