Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP
Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP

Dirjen WHO: Varian Omicron Tetap Timbulkan Bahaya Bagi yang Tidak Divaksin

Internasional WHO covid-19 Omicron Varian Omicron
Fajar Nugraha • 13 Januari 2022 10:20
Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, varian Omicron yang sangat menular menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada strain Delta. Tetapi varian covid-19 ini tetap menjadi ‘virus berbahaya’, terutama bagi mereka yang tidak divaksinasi.
 
Berbicara pada jumpa pers, Tedros mengatakan, lebih dari 90 negara belum memenuhi target vaksinasi 40 persen dari populasi mereka dan lebih dari 85 persen orang di Afrika belum menerima dosis tunggal.
 
Baca: WHO: Dalam 2 Bulan, 50 Persen Populasi Eropa Diperkirakan Terinfeksi Omicron.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tidak boleh membiarkan virus ini naik bebas atau mengibarkan bendera putih, terutama ketika begitu banyak orang di seluruh dunia tetap tidak divaksinasi," kata Tedros, seperti dikutip AFP, Kamis 13 Januari 2022.
 
Dalam laporan epidemiologi mingguannya pada Selasa, WHO mengatakan, kasus meningkat sebesar 55 persen, atau 15 juta dalam seminggu hingga 9 Januari dari seminggu sebelumnya. Sejauh ini kasus terbanyak dilaporkan dalam satu minggu.
 
"Lonjakan besar dalam infeksi ini didorong oleh varian Omicron, yang dengan cepat menggantikan Delta di hampir semua negara," kata Tedros.
 
Dia mengatakan mayoritas orang yang dirawat di rumah sakit di seluruh dunia dengan covid-19 tidak divaksinasi dan jika penularan tidak dibatasi, ada risiko lebih besar dari varian lain yang muncul yang bahkan bisa lebih menular, dan lebih mematikan daripada Omicron.

Eropa terancam

Sebelumnya Direktur Regional WHO Hans Kluge memperingatkan bahwa varian Omicron mewakili "gelombang pasang baru dari barat ke timur yang menyapu" kawasan Eropa.
 
Lebih dari 50 persen populasi di Eropa diperkirakan terinfeksi varian Omicron dalam dua bulan ke depan. Ini tidak terhindarkan jika infeksi berlanjut pada tingkat saat ini.
 
Wilayah Eropa WHO terdiri dari 53 negara dan wilayah termasuk beberapa di Asia Tengah, dan Kluge mencatat bahwa 50 di antaranya telah mengonfirmasi kasus varian Omicron.
 
Menurut WHO, 26 dari negara-negara tersebut melaporkan bahwa lebih dari satu persen dari populasi mereka "terkena covid-19 setiap minggu" pada 10 Januari. Wilayah Eropa tersebut telah melihat lebih dari tujuh juta kasus virus baru dilaporkan pada minggu pertama pada 2022.
 
“Skala penularan yang belum pernah terjadi sebelumnya sekarang berarti negara-negara melihat peningkatan rawat inap dari covid-19, tetapi menambahkan bahwa tingkat kematian masih stabil,” ujar Kluge.
 
“Gelombang itu menantang sistem kesehatan dan pemberian layanan di banyak negara di mana Omicron telah menyebar dengan cepat, dan mengancam akan membanjiri lebih banyak lagi," keluh Kluge.
 
Merujuk data yang dikumpulkan selama beberapa minggu terakhir, Kluge mengatakan varian Omicron dikonfirmasi lebih menular dan "mutasi yang memungkinkannya untuk menempel pada sel manusia lebih mudah, dan dapat menginfeksi bahkan mereka yang sebelumnya telah terinfeksi atau divaksinasi."
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif