Polisi Prancis berjaga di depan gereja tempat Brahim Aouissaoui melakukan penyerangan. Foto: AFP.
Polisi Prancis berjaga di depan gereja tempat Brahim Aouissaoui melakukan penyerangan. Foto: AFP.

Menelusuri Sosok Brahim Aouissaoui, Pelaku Serangan di Nice

Internasional prancis Emmanuel Macron Pembunuhan di Nice
Marcheilla Ariesta • 30 Oktober 2020 13:54
Nice: Pelaku penyerangan di sebuah gereja di Kota Nice, Prancis, diidentifikasi sebagai Brahim Aouissaoui. Ia merupakan imigran asal Tunisia berusia 21 tahun.
 
Aouissaoui tiba di Prancis pada Oktober lalu dari pulau Italia, Lampedusa. Petugas berwenang menempatkan dia di pusat karantina kala itu sebelum melepaskannya.
 
Otoritas Prancis mengatakan Aouissaoui tidak memiliki dokumen identitas ketika polisi menembak dan melukainya setelah serangan itu. Namun, ia membawa dokumen yang menyebutkan namanya dari Palang Merah Italia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia tidak menuntut suaka politik di Prancis. Jaksa di Sisilia mengkonfirmasi Aouissaoui tiba di Lampedusa pada 20 September lalu, seperti dilaporkan The Guardian, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Tingginya angka kedatangan migran dari Tunisia membuat prosedur repatriasi dari Italia seringkali tertunda. Sebaliknya, warga Tunisia sering diberi 'slip keluar' yang mengharuskan para migran meninggalkan Italia dalam waktu tujuh hari.
 
Aouissaoui telah menerima perintah tersebut, namun seperti kebanyakan migran lainnya, ia melakukan perjalanan secara ilegal ke Prancis.
 
Jaksa Sisilia juga membenarkan Aouissaoui tidak memiliki dokumen dengannya dan mengatakan bahwa fotonya yang dirilis oleh polisi Prancis cocok dengan foto yang mereka punya.
 
"Hipotesis saat ini dan yang paling memungkinkan adalah dia melakukan perjaanan ke Lampedusa di atas kapal kecil," seru jaksa.
 
Serangan di Prancis membuat ekstremisme Islam kembali menjadi sorotan. Europol mengatakan dalam sebuah laporan awal tahun ini bahwa tidak ada tanda migrasi tidak teratur oleh organisasi teroris.
 
Aouissaoui memenggal kepala perempuan dan membunuh dua orang lain di kota Nice, Prancis. Serangan di Prancis mendapat kecaman dari berbagai pihak, terutama Turki dan Vatikan.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif