Sebuah ambulans meninggalkan rumah sakit St Thomas di London, Inggris, 7 April 2020. (Isabel Infantes / AFP)
Sebuah ambulans meninggalkan rumah sakit St Thomas di London, Inggris, 7 April 2020. (Isabel Infantes / AFP)

Sejumlah Pasien Covid-19 di Inggris Menyesal Tidak Divaksinasi

Internasional Inggris covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia
Willy Haryono • 27 Juli 2021 18:03
London: Bagi sebagian orang, momen ketika ambulans datang adalah saat di mana mereka menyesal karena tidak mengikuti vaksinasi Covid-19. Bagi sebagian lainnya, kedatangan ambulans menandai kematian orang tercinta.
 
Dr Samantha Batt-Rawden, seorang dokter senior ternama di Inggris, telah mendengar banyak pengakuan dari pasiennya terkait vaksinasi Covid-19. Ia menegaskan bahwa sebagian besar pasien yang ia rawat di unit perawatan intensif adalah mereka yang belum divaksinasi.
 
Menurut data terbaru otoritas kesehatan Inggris, dilansir dari laman The Guardian, Selasa, 27 Juli 2021, sekitar 60 persen orang yang dilarikan ke rumah sakit akibat Covid-19 belum divaksinasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Batt-Rawden mengaku sedih saat melihat penyesalan di wajah sejumlah pasiennya yang tak berdaya di unit perawatan intensif, termasuk mereka yang harus dipasangi ventilator.
 
"Terlihat dengan jelas bahwa mereka sadar telah melakukan kesalahan terbesar," ucapnya, yang mengaku beberapa kali tak sengaja mendengar pasien mengungkapkan penyesalan karena tak divaksinasi kepada anggota keluarga.
 
Salah satu pasien yang mengungkapkan penyesalan seperti itu adalah guru bernama Abderrahmane Fadil, yang hampir saja meninggal akibat terinfeksi Covid-19. Berbicara dari tempat tidur rumah sakit bulan lalu, ia berkata: "Saat saya positif Covid--19, jalan menuju pemulihan saya luar biasa cepat, dan saya berharap bisa segera menerima vaksinasi secepat mungkin."
 
"Saya menyarankan agar semua orang mengikuti vaksinasi. Saya bersedia melakukan apapun agar bisa divaksinasi," sambungnya.
 
Baca:  Inggris Nyatakan Vaksin Covid-19 Pfizer dan AstraZeneca Manjur untuk Lansia
 
Glenn Barratt meninggal dunia di rumah sakit di Grimsby usai berjuang melawan Covid-19 selama berpekan-pekan. Pria 51 tahun itu belum divaksinasi. Kata-kata terakhirnya kepada dokter dan perawat adalah, "saya berharap saya ikut (divaksinasi)."
 
Keluarga Barratt menyerukan kepada semua orang untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Ken Meech, sepupu Barratt, mengatakan jika saja saudaranya itu divaksinasi, mungkin "ia masih hidup dan bersama kami hari ini."
 
Carla Hodges, 35, yang ayah tirinya, Leslie Lawrenson, meninggal di rumah akibat Covid-19 pada 2 Juli, menekankan pentingnya vaksinasi. Karena tidak memercayai vaksinasi, Lawrenson memilih tinggal di rumah hingga akhirnya meninggal dunia.
 
Ibunda Hodges juga dilarikan ke rumah sakit karena tidak mau divaksinasi. "Ibu saya tidak mau divaksinasi, padahal dia punya komorbid diabetes," tutur Hodges. Setelah dirawat di rumah sakit, ibunda Hodges akhirnya mau divaksinasi.
 
"Ibu saya beruntung masih bisa bertahan hidup. Ibu saya mengaku malu harus mengatakan kepada staf rumah sakit bahwa ia seharusnya divaksinasi sejak jauh-jauh hari," ungkap Hodges.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif