Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di Ankara pada 5 April 2021. (Adem ALTAN / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di Ankara pada 5 April 2021. (Adem ALTAN / AFP)

Erdogan Usulkan Pembentukan Komisi Pengelola Yerusalem

Internasional Amerika Serikat Palestina israel palestina turki Gaza Israel joe biden hamas Recep Tayyip Erdogan
Willy Haryono • 18 Mei 2021 08:16
Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengusulkan "sebuah pengaturan terpisah" di Yerusalem demi mencapai perdamaian dan ketentraman abadi di wilayah tersebut. Ia mengusulkan pembentukan sebuah komisi yang terdiri dari perwakilan Muslim, Yahudi, dan Nasrani.
 
Berbicara usai rapat kabinet di Ankara, Erdogan mengatakan Yerusalem adalah wilayah yang mengandung simbol-simbol keagamaan Muslim, Yahudi dan Nasrani.
 
Untuk mencapai perdamaian di Yerusalem, Erdogan menilai "semua orang harus rela berkorban."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam situasi seperti saat ini, saya rasa hal paling benar dan konsisten bagi Yerusalem adalah dikelola sebuah komisi perwakilan dari tiga keyakinan," ujar Erdogan, dilansir dari laman CGTN, Selasa 18 Mei 2021.
 
"Tanpa itu, akan sulit mencapai perdamaian abadi di kota kuno ini," sambung dia.
 
Masih dalam kesempatan usai rapat kabinet, Erdogan mengkritik Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyetujui penjualan senjata ke Israel. Menurutnya, AS saat ini seperti sedang "menulis sejarah dengan tangan berdarah" terkait konflik Palestina-Israel.
 
Ketegangan antara Israel dan Palestina di Yerusalem adalah pemicu terjadinya aksi saling serang saat ini. Kelompok Hamas meluncurkan roket sebagai bentuk protes atas aksi kekerasan pasukan Israel di Sheikh Jarrah dan kompleks Masjid Al-Aqsa.
 
Israel pun membalas roket Hamas dengan serangan udara sejak 10 Mei lalu hingga saat ini.
 
Sementara itu di Washington, Biden kembali menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam membicarakan situasi terkini. Biden mengatakan kepada Netanyahu bahwa dirinya mendukung upaya gencatan senjata dalam meredakan ketegangan antara Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza.
 
Biden juga menyampaikan bahwa AS tengah berkoordinasi dengan Mesir dan beberapa mitra lainnya dalam mewujudkan hal tersebut.
 
Ini merupakan kali pertama Gedung Putih secara resmi menggunakan kata "gencatan senjata" terkait ketegangan Palestina-Israel.
 
Namun pemerintahan Biden dinilai sebagian Partai Demokrat kurang menggunakan kata-kata yang lebih tegas dalam upaya menghentikan aksi kekerasan. Gedung Putih hanya menekankan bahwa pihaknya tengah mencari solusi diplomatik tanpa secara eksplisit meminta Israel untuk menghentikan serangan.
 
Baca:  Biden Dukung Upaya Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif