Pemadam kebakaran California bekerja tiada henti padamkan Dixie Fire. Foto: AFP.
Pemadam kebakaran California bekerja tiada henti padamkan Dixie Fire. Foto: AFP.

Kerja Tanpa Henti, Petugas Pemadam Kebakaran California 'Terbakar Habis'

Internasional Amerika Serikat kebakaran hutan perubahan iklim
Marcheilla Ariesta • 28 Juli 2021 20:10
California: Petugas pemadam kebakaran Amerika Serikat mengaku 'terbakar habis' tenaganya setelah berjuang melawan kebakaran hutan yang kian membesar tanpa henti. Kebakaran hutan terjadi selama beberapa pekan dan masih terus berlanjut.
 
"Setelah satu titik selesai, Anda mulai sedikit kacau. Kesehatan mental kami tidak baik-baik saja," tutur kapten pemadam kebakaran California, David Tikkanen.
 
"Kami sudah bangun selama 14 hari tanpa melihat situasi ini akan berakhir," imbuh pria 55 tahun itu, dilansir dari AFP, Rabu, 28 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia bertugas melawan kebakaran hutan di Twain, sebuah komunitas kecil yang terletak di hutan pinus California. Ia dan timnya terus melakukan pemadaman air tanpa henti.
 
Mereka berlomba mencegah percikan api menyebar di daerah yang sangat kering. Pekerjaan tersebut sangat melelahkan karena luas kebakaran mencapai 80 ribu hektar.
 
Sebagai orang yang telah bekerja sebagai pemadam kebakaran selam 35 tahun, Tikkanen merasakan dirinya menghadapi api yang semakin besar. Fenomena ini dikaitkan dengan perubahan iklim.
 
Baca juga: Indonesia Sudah di Jalur Tepat dalam Hadapi Perubahan Iklim
 
"Ini menjadi musim kebakaran sepanjang tahun di California. Hanya masalah waktu sebelum kebakaran terjadi 24 jam tujuh hari sepanjang tahun," imbuhnya.
 
"Kebakaran ini membuat kami lebih stres dan berbahaya," terang Tikkanen.
 
Tidak kurang dari 5.400 petugas pemadam kebakaran pria dan perempuan berjuang melawan Dixie Fire - kebakaran terbesar yang menghancurkan California.
 
Di jalanan California, deretan papan reklame berisi penghormatan bagi semua 'pahlawan api'. Namun, setiap tahunnya misi mereka semakin berbahaya, lebih lama, dan memakan korban jiwa.
 
"Setiap orang memiliki titik puncak mereka. Beberapa orang menggunakan alkohol untuk melepaskannya, namun saya tidak. Saya pergi bersepeda ke gunung atau mencari hal menyenangkan lain," seru Tikkanen.
 
"Terkadang, Anda butuh bantuan dari luar (psikiater). Saya pernah menggunakannya di masa lalu, dan hal itu menyelamatkan saya," pungkasnya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif