Rusia bom sekolah di Ukraina yang dijadikan tempat berlindung 90 warga sipil./AFP
Rusia bom sekolah di Ukraina yang dijadikan tempat berlindung 90 warga sipil./AFP

Rusia Bom Sekolah di Ukraina, Puluhan Orang Dikhawatirkan Tewas

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Rusia vs Ukraina
Marcheilla Ariesta • 09 Mei 2022 11:54
Bilohorivka: Puluhan orang diduga tewas setelah bom Rusia meratakan sebuah sekolah di desa Bilohorivka, Ukraina timur. Sekolah tersebut menjadi tempat berlindung sekitar 90 orang.
 
"Kemungkinan besar, semua 60 orang yang masih berada di bawah reruntuhan sekarang sudah tewas," ucap Gubernur Luhansk, Serhiy Haidai, dilansir dari Times of Israel, Senin, 9 Mei 2022.
 
Ia menambahkan, ada juga penembakan yang dilakukan pasukan Rusia dan menewaskan dua anak laki-laki berusia 11 dan 14 tahun di kota Pryvillia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gaidai mengatakan pasukan Rusia menjatuhkan bom pada Sabtu sore di sebuah sekolah, tempat sekitar 90 orang warga sipil berlindung. Bom tersebut menyebabkan kebakaran dan membumihanguskan gedung itu.
 
"Api dapat dipadamkan setelah hampir empat jam, kemudian puing-puing dibersihkan, dan sayangnya, mayat dua orang ditemukan," tulis Gaidai di aplikasi pesan Telegram.
 
Sementara itu, sebanyak 30 orang dievakuasi dari reruntuhan, tujuh di antaranya terluka. Enam puluh orang kemungkinan tewas di bawah reruntuhan bangunan. Sayangnya laporan ini masih belum bisa diverifikasi.
 
Ukraina dan Barat menuduh pasukan Rusia menargetkan warga sipil dan melakukan kejahatan perang. Moskow pun menolak tuduhan tersebut.
 
Baca juga: G7 Sepakat Larang dan Hapus Impor Minyak dari Rusia
 
Perang telah berlangsung selama 10 minggu di Ukraina. Perang ini juga telah menewaskan ribuan orang, menghancurkan kota-kota dan memaksa 5 juta orang Ukraina melarikan diri ke luar negeri.
 
Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin G7 lainnya akan mengadakan panggilan video dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada  Minggu kemarin. Mereka sepakat untuk menghentikan impor minyak dari Rusia.
 
Keputusan ini untuk menunjukkan persatuan menjelang Hari Kemenangan, di mana Presiden Vladimir Putin biasanya memeriksa parade militer besar-besaran di Moskow.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif